Sabtu, 12 Sep 2026 - :
27 Agu 2026 - 05:17 | 54 Views | 0 Suka

Belanja Warga RI ke Luar Negeri Tembus Rp118 Triliun, Ini Jurus Pemerintah

11 mnt baca

Inilahdata.com – Pemerintah tengah mencermati besarnya arus dana yang mengalir keluar akibat kebiasaan belanja wisatawan Indonesia saat bepergian ke luar negeri.

Angkanya tidak kecil: dalam paruh pertama 2026 saja, total pembayaran jasa perjalanan wisatawan Indonesia ke mancanegara tercatat mencapai US$6,7 miliar, setara sekitar Rp118,7 triliun dengan asumsi kurs Rp17.719 per dolar AS.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap data tersebut saat membuka Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026 di Swissotel PIK Avenue, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, jika sebagian dari nilai belanja itu berhasil dialihkan ke pasar domestik, dampaknya akan positif bagi perekonomian nasional.

“Jadi ini tentu kalau sebagian bisa ditarik untuk belanja di dalam negeri ini juga hal yang baik. Oleh karena itu, kita berharap bahwa ini bisa memanfaatkan wisata belanja sebagai motor pertumbuhan baru,” ujar Airlangga.

Ironisnya, arus belanja ke luar negeri ini justru terjadi di tengah tren jumlah perjalanan yang menurun.

Data menunjukkan sepanjang semester I 2026 terdapat 4,46 juta perjalanan warga Indonesia ke luar negeri, turun 2,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, arus sebaliknya justru tumbuh pesat, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada semester I 2026 mencapai 7,45 juta orang, naik 5,71 persen secara tahunan.

Mobilitas wisatawan domestik juga tak kalah besar, dengan 630,41 juta perjalanan wisatawan nusantara tercatat selama semester I 2026, meningkat 2,71 persen dari tahun sebelumnya.

Airlangga menilai konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Pada kuartal II/2026, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06% dengan kontribusi 53,32% terhadap produk domestik bruto.

Indeks keyakinan konsumen pun masih bertengger di level 116,8, jauh di atas ambang batas 100, sementara pertumbuhan ekonomi semester I/2026 tercatat 5,45%.

Kombinasi indikator inilah yang menurutnya menjadi modal untuk mendorong konsumsi domestik lewat sektor ritel dan pariwisata, dengan nilai transaksi perdagangan offline sekitar US$125 miliar dan transaksi online mencapai US$61,18 miliar.

Wisata belanja dinilai sebagai peluang yang bisa digarap relatif cepat karena fondasi konsumsi dan sektor ritel Indonesia sudah terbentuk.

Dari sekitar 800 merek yang beredar di sektor ritel nasional, 500 di antaranya merupakan merek buatan dalam negeri, modal yang menurut Airlangga bisa memperkecil aliran pembayaran royalti ke pihak asing lewat skema waralaba.

“Karena ini bagi pemerintah ini merupakan low hanging fruit. Dan bagi para peritel juga ini momentumnya sudah ada,” katanya.

Selain penguatan merek lokal, pemerintah turut mendorong adopsi teknologi di sektor ritel untuk membantu pelaku usaha mengelola stok, memetakan permintaan, hingga memperkaya pilihan produk bagi konsumen.

Namun di balik optimisme itu, Airlangga juga menyoroti persoalan yang mengganjal di lapangan: menipisnya stok barang di sejumlah gerai ritel, terutama produk yang pasokannya masih bergantung pada rantai impor.

Ia berharap penguatan pasokan dari dalam negeri bisa mendongkrak ketersediaan barang sehingga masyarakat punya lebih banyak alasan untuk berbelanja di rumah sendiri, bukan di luar negeri.

“Tentu menjadi PR bersama Pak Menteri Perdagangan karena kita tidak ingin stoknya tipis. Akibatnya masyarakat Indonesia belanjanya di tempat lain di luar negeri. Dengan adanya stok yang lebih besar yang belanja juga bisa lebih banyak lagi,” ujarnya.

Keluhan serupa datang dari pelaku usaha. Sekretaris Jenderal Hippindo Haryanto Pratantara menyebut kelengkapan barang, harga, dan variasi produk menjadi salah satu faktor yang membuat wisatawan lebih memilih berbelanja di luar negeri ketimbang di dalam negeri.

Di sisi pembayaran digital, Airlangga mencatat QRIS kini sudah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan diterima 44,86 juta merchant, dengan 96,68% di antaranya adalah pelaku UMKM, infrastruktur yang dinilai bisa mempermudah transaksi belanja wisatawan di dalam negeri.

Penguatan konsumsi domestik lewat sektor ritel dan pariwisata ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi menuju 6% pada akhir 2026 dan 2027.

Airlangga menegaskan sektor ritel nasional selama ini terbukti tangguh menghadapi tekanan ekonomi global, mulai dari konflik di Timur Tengah, perang di Ukraina, hingga perang dagang Amerika Serikat dan China.

“Ritel Indonesia menunjukkan resiliensi dan bertahan untuk menopang perekonomian nasional,” kata Airlangga. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%