Pasokan Beras Bencana Gempa NTT Update Minggu, 23 Agustus 2026
93.782 Ton
Total Pasokan Beras Bulog Disiapkan untuk NTT
Bulog menggabungkan stok gudang NTT dengan tambahan mobilisasi nasional dari empat kantor wilayah untuk memastikan kebutuhan tanggap darurat gempa dan bantuan pangan Presiden tetap terpenuhi.
PETA PASOKANKonvoi Empat Kanwil Menuju Silo NTT
Jalur amber menandai kanwil pemasok volume terbesar (Jatim & Sulsel-Sulbar); jalur cerulean menandai kanwil pendukung (Jakarta-Banten & NTB) menuju silo cadangan NTT.
26.336 T
Stok Awal Gudang NTT
67.446 T
Tambahan MoveNas
50.400 T
Kapasitas 46 Gudang NTT
ASAL PASOKANKontribusi Empat Kantor Wilayah
01
Kanwil Nusa Tenggara Barat35.250 Ton
Penyumbang terbesar dalam skema MoveNas. Karena letaknya paling dekat dengan NTT, wilayah ini diproyeksikan bergerak lebih dulu begitu stok di lokasi terdampak mulai menipis.
02
Kanwil Jawa Timur20.646 Ton
Menjadi penopang volume kedua terbesar, memanfaatkan jalur distribusi antarpulau yang sudah mapan dari sentra produksi beras di Jawa.
03
Kanwil Sulawesi Selatan & Sulawesi Barat8.550 Ton
Bergerak menyesuaikan perkembangan kebutuhan di lapangan, melengkapi pasokan dari jalur timur Indonesia.
04
Kanwil DKI Jakarta-Banten3.000 Ton
Porsi terkecil namun tetap disertakan sebagai cadangan tambahan yang bergerak mengikuti kebutuhan riil di NTT.
SOROTANPernyataan Langsung Dirut Bulog
Ahmad Rizal Ramdhani – Direktur Utama Perum Bulog
“Stok Bulog yang ada saat ini di NTT adanya adalah sekitar 26.336 ton. Dengan 26.000 [ton] ini sebetulnya cukup untuk kebutuhan bantuan bencana alam, yaitu tanggap darurat,” katanya dalam konferensi pers di Command Center Kantor Perum Bulog.
Ahmad Rizal Ramdhani – Soal Kapasitas Gudang NTT
“Kapasitas gudang kami hanya 50.400 ton [di NTT]. Nanti takutnya tempatnya nggak cukup. Jadi menyesuaikan dengan kebutuhan kita manajemen sedemikian rupa supaya sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan oleh masyarakat,” tandasnya.
DETAILPerhitungan Kebutuhan Beras
1
Basis 150.576 korban selama 14 hariKebutuhan awal bantuan bencana dihitung dari 150.576 korban jiwa, konsumsi 0,3 gram per makan, tiga kali sehari selama 14 hari tanggap darurat – setara sekitar 1.890 ton.
2
Skenario perpanjangan 10 kali jadi 18.900 tonBulog mengantisipasi masa tanggap darurat diperpanjang hingga sepuluh kali karena kondisi NTT dinilai cukup memprihatinkan, sehingga kebutuhan beras bencana saja bisa naik sepuluh kali lipat.
3
Ditambah bantuan pangan Presiden 25.578 tonProgram tiga bulan (Agustus-Oktober 2026) untuk 852.631 penerima manfaat dengan jatah 10 kg per bulan membuat total kebutuhan mencapai 46.368 ton, masih tersisa buffer sekitar 47.414 ton dari total pasokan.
Kapasitas gudang yang terbatas membuat Bulog memilih jalur distribusi bertahap ketimbang mengirim seluruh tambahan pasokan sekaligus, sebuah strategi yang mengandalkan kedekatan geografis NTB sebagai lini pertama respons cepat.