Tahun Berganti, Krisis HAM Masih Berlanjut — KontraS Q1 2026
LAPORAN CATURWULAN I · KONTRAS, 2026
Tahun berganti, krisis HAM masih berlanjut.
Pemantauan KontraS terhadap situasi HAM Indonesia sepanjang Januari–April 2026 menunjukkan pola yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya: aparat negara sebagai aktor utama kekerasan, ruang sipil yang terus menyempit, dan impunitas yang berjalan tanpa gangguan.
196
Peristiwa kekerasan Polri & TNI
57
Serangan kebebasan sipil
197
Tahanan politik masih ditahan
639
Terpidana mati per April 2026
Gulir untuk lihat data
Total Peristiwa Tercatat, Kuartal I 2026
0
Gabungan tiga kategori pemantauan KontraS: 159 peristiwa kekerasan Polri, 37 peristiwa kekerasan TNI, dan 57 serangan terhadap kebebasan sipil — belum termasuk kekerasan aparat khusus di Papua yang dihitung terpisah.
01
Empat bulan pertama, dari Depok hingga Puncak
02 Januari 2026 · Depok
Penyiksaan berujung maut oleh TNI AL
Anggota TNI AL menyiksa dua orang yang diduga bertransaksi narkoba — padahal keduanya hanya kehabisan bensin. WAT tewas, DN luka berat.
Februari 2026 · Tual, Maluku
Anak 14 tahun tewas dipukul helm Brimob
Arianto Tawakal tewas dituduh mengikuti balap liar. Kakaknya, Nasri, mengalami patah tulang dalam peristiwa yang sama.
Hakim menerima eksepsi kompetensi Menteri Fadli Zon — menutup jalan sanksi korektif atas penyangkalannya.
02
Korban kekerasan Polri, per kategori
Luka-lukaDari 159 peristiwa
165 orang
Ditangkap sewenang-wenangDari 159 peristiwa
40 orang
TewasDari 159 peristiwa
11 orang
Korban kekerasan seksualDari 159 peristiwa
7 orang
Lebar batang proporsional terhadap kategori tertinggi (165 luka-luka). Angka ini belum termasuk 88 korban kekerasan oleh TNI dalam 37 peristiwa terpisah, atau 99 korban serangan kebebasan sipil.
03
Siapa menyerang kebebasan sipil?
27
Institusi Polri
20
Orang tak dikenal
15
Pejabat & instansi pemerintah
7
Organisasi massa
6
Institusi swasta
2
Institusi TNI
Korban meliputi jurnalis, mahasiswa, masyarakat adat, aktivis, buruh, hingga pemengaruh media sosial — sebagian besar diserang setelah mengkritik eksploitasi sumber daya alam, program makan bergizi gratis, kekerasan aparat, dan korupsi.
Masyarakat harus cepat ungkap pelaku, kalau tidak kami akan meratakan, habiskan warga.
— Kepala Distrik Kamuu, kepada warga Dogiyai sesaat sebelum penembakan membabi buta oleh aparat · dikutip BBC Indonesia, 31 Maret 2026
04
Saat pelaku lapangan diketahui, tapi tak semua diadili
Temuan investigasi independen (TAUD)
16 orang
Diduga terlibat langsung sebagai pelaku lapangan dalam penyerangan air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
VS
Ditetapkan tersangka oleh Puspom TNI
4 orang
Hanya seperempat dari jumlah yang diduga terlibat. Proses di pengadilan militer berjalan tertutup, minim keterbukaan kepada publik.
05
Kebijakan HAM — yang maju dan yang mengancam
UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
22 tahun perjuangan masyarakat sipil
Disahkan setelah dua dekade lebih diperjuangkan, memberi payung hukum bagi pekerja rumah tangga yang selama ini luput dari perlindungan negara.
Kemajuan
Revisi UU Perlindungan Saksi & Korban
Kelembagaan LPSK diperkuat
Mengatur perlindungan saksi dan korban tindak pidana maupun pelanggaran HAM secara lebih konkret.
Kemajuan
RUU Disinformasi & Propaganda Asing
Lahir bersamaan, berpotensi jadi alat pembungkam
Muncul di tengah stigma “antek asing” terhadap kritik masyarakat sipil — rentan disalahgunakan menekan organisasi HAM.
Ancaman
Komisi Percepatan Reformasi Polri
Enam rekomendasi, nol perubahan struktural
Setelah lebih dari 6 bulan berjalan, tidak ada usulan perubahan fundamental — sementara kekerasan Polri terus berulang.