Sabtu, 12 Sep 2026 - :
23 Agu 2026 - 21:20 | 56 Views | 0 Suka

Bulog Pastikan Stok Beras untuk NTT Aman, Total Pasokan Tembus 93.782 Ton

10 mnt baca

Inilahdata.com – Perum Bulog menegaskan pasokan beras untuk penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur berada dalam kondisi aman.

Perusahaan pelat merah ini mencatat stok sekitar 26.336 ton beras yang sudah tersimpan di gudang-gudang NTT, ditambah pasokan susulan sebesar 67.446 ton yang didatangkan dari sejumlah wilayah lain di Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut, tambahan pasokan itu disiapkan bukan sekadar untuk kebutuhan darurat jangka pendek, melainkan juga sebagai antisipasi bila masa tanggap darurat harus diperpanjang. “Stok Bulog yang ada saat ini di NTT adanya adalah sekitar 26.336 ton.

Dengan 26.000 [ton] ini sebetulnya cukup untuk kebutuhan bantuan bencana alam, yaitu tanggap darurat,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Command Center Kantor Perum Bulog, Minggu (23/8/2026).

Pasokan tambahan tersebut digerakkan lewat skema mobilisasi nasional atau MoveNas, dengan kontribusi dari empat kantor wilayah.

Mulai dari Kanwil DKI Jakarta-Banten sebanyak 3.000 ton, Kanwil Jawa Timur 20.646 ton, Kanwil Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sekitar 8.550 ton, serta Kanwil Nusa Tenggara Barat yang menyumbang porsi terbesar, 35.250 ton.

Jika digabungkan dengan stok yang sudah ada di NTT, total beras yang disiapkan Bulog untuk wilayah terdampak mencapai 93.782 ton.

Perhitungan Kebutuhan Berbasis Skenario Terburuk

Bulog tidak menghitung kebutuhan beras secara serampangan. Perusahaan ini menggunakan basis 150.576 korban jiwa terdampak bencana, dengan asumsi konsumsi 0,3 gram beras setiap kali makan, tiga kali makan sehari, selama masa tanggap darurat 14 hari.

Dari perhitungan itu, kebutuhan awal untuk bantuan bencana diperkirakan sekitar 1.890 ton.

Namun angka itu hanyalah skenario dasar. Bulog juga menyiapkan simulasi jika masa tanggap darurat diperpanjang hingga sepuluh kali periode, sehingga kebutuhan beras untuk bantuan bencana saja bisa membengkak menjadi 18.900 ton.

Rizal menjelaskan alasan di balik antisipasi yang cukup jauh ini.

“Kondisi ini kami antisipasi biasanya kalau dari bencana itu ada perpanjangan masa tanggap darurat. Nah kami antisipasi 10 kali. Tujuannya apa kenapa harus 10 kali? Karena memang kondisi NTT cukup memprihatinkan. Nah di mana kalau 10 kali tanggap darurat kami antisipasi adalah totalnya adalah 18.900 ton. Ini untuk beras bantuan bencana saja,” terangnya.

Di luar kebutuhan darurat itu, Bulog masih harus menanggung kewajiban rutin berupa bantuan pangan Presiden untuk periode Agustus, September, dan Oktober 2026.

Program ini menyasar 852.631 penerima manfaat dengan jatah 10 kilogram beras per orang setiap bulan, sehingga totalnya mencapai 25.578 ton selama tiga bulan.

Bila kebutuhan bencana skenario maksimal sebesar 18.900 ton digabung dengan kebutuhan bantuan pangan tiga bulan sebesar 25.578 ton, total kebutuhan mencapai 46.368 ton. Dengan pasokan yang disiapkan sebesar 93.782 ton, Bulog masih menyisakan buffer sekitar 47.414 ton.

“Supaya tidak ada keraguan bahwa dukungan Bulog cukup untuk kebutuhan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang sedang mengalami bencana alam. Jadi kami yakinkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, kita Bulog, pemerintah selalu hadir untuk mendukung kebutuhan-kebutuhan masyarakat,” kata Rizal.

Distribusi Bertahap, Bukan Sekaligus

Meski total pasokan sudah dipatok hampir 94 ribu ton, Rizal menegaskan seluruh tambahan 67.446 ton itu tidak akan langsung digelontorkan ke NTT dalam satu waktu. Penyaluran akan disesuaikan dengan kebutuhan riil tiap wilayah serta kapasitas gudang yang tersedia.

Wilayah pengirim yang secara geografis lebih dekat, dalam hal ini NTB, diproyeksikan bergerak lebih dulu ketika stok di lokasi terdampak mulai menipis, sementara pasokan dari Jakarta dan Sulawesi menyusul mengikuti perkembangan kebutuhan di lapangan.

Pola bertahap ini bukan tanpa alasan teknis. Kapasitas gudang Bulog di NTT hanya sekitar 50.400 ton yang tersebar di 46 unit gudang, jauh di bawah total pasokan 93.782 ton yang disiapkan secara nasional.

“Jadi tidak langsung kita dorong juga karena kapasitas gudang kami hanya 50.400 ton [di NTT]. Nanti takutnya tempatnya nggak cukup. Jadi menyesuaikan dengan kebutuhan kita manajemen sedemikian rupa supaya sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan oleh masyarakat,” tandas Rizal. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%