Sebulan Setelah Diumumkan Sebagai “Terobosan Bersejarah”
Netanyahu menepis peta damai Gaza dukungan Trump di hadapan kabinetnya sendiri — persis 75 hari sebelum ia menghadapi pemilih Israel.
Opini Publik AS yang Bergeser
Pandangan tak favorable warga AS thd Israel43% → 62%
Naik tajam dibanding 2022, menurut rangkaian survei Pew Research Center 2026.
Tingkat kepercayaan publik AS pada Netanyahu32% → 27%
Penurunan tercatat dalam setahun terakhir hingga Maret 2026.
“Israel menolak dokumen 15 poin itu. Saya dengar ada yang bilang saya tidak pernah mengatakannya — jadi saya ulangi lagi di sini.”
— Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, dalam rapat kabinet, Minggu (9/8/2026)
Dari Terobosan ke Kebuntuan
01
Peta 15 Poin Diumumkan 31 Jul 2026
Trump mengumumkan kesepakatan pelucutan senjata total Hamas sebagai langkah “monumental”.
02
Board of Peace Sokong “Yellow Line” 3 Agu 2026
Pasukan Israel disepakati tak mundur melewati garis itu sebelum Hamas dilucuti penuh.
03
Hamas Tegaskan Komitmen Awal Agu 2026
Bassem Naim menyebut kelompoknya tetap berpegang pada peta jalan hasil Kairo.
04
Netanyahu Menolak Terbuka 9–10 Agu 2026
Di rapat kabinet, ia menegaskan penolakan penuh dan syarat pelucutan senjata di depan.
Dua Tuntutan yang Berhadapan
Syarat Netanyahu
Pelucutan Penuh Dulu, Baru Mundur
IDF tak akan mundur sebelum Hamas benar-benar dilucuti
Menolak skema penarikan bertahap dalam draf 15 poin
Menegaskan tak akan ada negara Palestina di Gaza maupun Tepi Barat
Masih membahas sejumlah gagasan dengan Washington
Posisi Hamas & Mediator
Proses Bertahap, Bisa Diverifikasi
Bersedia melucuti senjata lewat mekanisme terverifikasi
Meminta penghentian “segala bentuk agresi” Israel lebih dulu
Mendesak AS menekan Netanyahu agar patuhi kesepakatan
Siap serahkan pemerintahan Gaza ke komite teknokrat Palestina
Bayang-Bayang Kotak Suara
Jajak pendapat Maariv terbaru mencatat koalisi Netanyahu tergelincir ke 48 kursi berbanding 62 kursi blok oposisi jelang pemilu Knesset 27 Oktober — konteks yang menurut pejabat AS ikut mendorong sikap penolakannya.
Analis memperingatkan bahwa jika kebuntuan berlanjut tanpa titik temu, perbedaan kepentingan Trump dan Netanyahu berisiko berkembang menjadi konfrontasi terbuka — mengguncang hubungan dua sekutu yang selama beberapa tahun terakhir sudah tertekan oleh perang Iran dan pergeseran opini publik domestik AS.
Sumber: CNBC Indonesia, Axios, Newsweek, NBC News, The Washington Post, Al Jazeera, NPR, Pew Research Center, Chatham House, diakses Kamis (13/8/2026).