ICW menghitung harga wajar dari nilai impor riil ditambah margin importir 10–15%. Selisih Rp61–69 juta per unit inilah dasar dugaan perburuan rente yang kini disoal ke Kementerian Keuangan.
Potensi Perburuan Rente
Rp4,86–5,54T
Estimasi ICW, bukan hasil audit resmi
Target Pengadaan Pikap
80.000unit
Realisasi impor baru ±2.000 unit
Cicilan Tahunan APBN
Rp40T/tahun
Selama 6 tahun, dari realokasi Dana Desa
Nilai Kontrak Total Agrinas
Rp24,66T
105.000 unit dari Mahindra & Tata Motors
Rantai Pasok yang Disorot
🏭
Produsen India
Mahindra & Tata Motors
±Rp168,8 jt
🚢
PT Bumi Indo Gemilang
Importir perantara
±Rp185–194 jt
🏢
PT Agrinas P.N.
Pembeli untuk Kopdes
Rp255 jt
ICW menilai margin di lapisan importir dan Agrinas tak sebanding dengan nilai tambah yang diberikan, sementara proses penunjukan langsungnya minim catatan publik.
Jejak Program
Feb 2026
Impor dimulai
1.200 unit tiba di Tanjung Priok; DPR minta ditunda.
Feb–Jul 2026
PMK 15/2026 terbit
Skema cicilan lewat Himbara & realokasi Dana Desa diatur.
10 Jul 2026
ICW rilis temuan
Selisih harga & rencana lapor ke KPK diumumkan.
14 Jul 2026
Purbaya merespons
Pencairan anggaran disyaratkan lolos audit lebih dulu.
Berjalan
Target dipangkas
Dari 80.000 menjadi 40.000 unit tahun ini.
Dasar Pembiayaan
PMK No. 15/2026
Pinjaman Bank Himbara
Realokasi 58,03% Dana Desa
Tenggang cicilan 2 tahun awal
Cicilan 6 tahun berjalan
Dua Sisi Pernyataan
Nanti diaudit, begitu lolos, baru saya bayar. Jadi saya aman.
Purbaya Yudhi Sadewa — Menteri Keuangan RI
Selisih itu menandakan margin yang tak sebanding dengan nilai tambah perantara.
Wana Alamsyah — Kepala Divisi Hukum & Investigasi ICW
Sumber Data & Riset
Indonesia Corruption Watch (ICW) · Kementerian Keuangan RI · PMK No. 15 Tahun 2026 · PT Agrinas Pangan Nusantara · Tribunnews · Kompas TV · CNBC Indonesia · Suara.com · JawaPos · Antikorupsi.org · Kadin Indonesia