Desk Pertahanan & Global
Washington · 9 Agustus 2026
Surat Wamenhan AS, 5 Agustus
PENTAGON DESAK BOEING, LOCKHEED, RTX KEBUT PRODUKSI
KEKHAWATIRAN STOK SENJATA AS MENINGKAT PASCA IRAN
TENGGAT RENCANA PERUSAHAAN: AKHIR AGUSTUS 2026
PENTAGON DESAK BOEING, LOCKHEED, RTX KEBUT PRODUKSI
KEKHAWATIRAN STOK SENJATA AS MENINGKAT PASCA IRAN
TENGGAT RENCANA PERUSAHAAN: AKHIR AGUSTUS 2026
Pentagon Pacu Kecepatan Produksi Persenjataan Utama
Pentagon meminta produsen senjata utama AS memangkas jadwal bertahun-tahun dan langsung memperluas kapasitas produksi.
Surat Wakil Menteri Pertahanan
Proses pengembangan yang memakan waktu bertahun-tahun tidak dapat diterima.
Steve Feinberg — Wakil Menteri Pertahanan AS
Kita harus secara drastis mempercepat jadwal program dan memperluas kapasitas produksi sekarang.
Steve Feinberg — Wakil Menteri Pertahanan AS
Boeing Co.
Lockheed Martin Corp.
RTX Corp.
Program Prioritas yang Dipercepat
Pengawasan Wilayah Luas
Sensor & Pencegat Udara
Pelacakan Rudal
Komunikasi Satelit
Next Generation Interceptor
Next Generation Interceptor milik Lockheed Martin dirancang untuk melindungi AS dari ancaman rudal balistik antarbenua (ICBM).
Sikap Trump vs Sinyal dari Pentagon
Pernyataan Publik
“Jumlah Sangat Besar”
Trump membantah kekurangan senjata
Ancam sanksi bagi klaim kekurangan
Akui sebagian sistem “lebih terbatas”
Langkah Internal
Percepatan Produksi
Surat resmi ke produsen utama
Target jadwal & kapasitas naik drastis
Cakupan program diperluas
Tenggat Waktu
5 AGUSTUS 2026
Feinberg mengirim surat kepada Boeing, Lockheed Martin, dan RTX serta produsen pertahanan besar lainnya.
AKHIR AGUSTUS 2026
Batas waktu perusahaan menyerahkan rencana percepatan jadwal dan kapasitas produksi untuk program-program prioritas.
1
Wamenhan AS Steve Feinberg meminta produsen senjata besar mempercepat produksi dan pengiriman sistem pertahanan utama.
2
Desakan muncul di tengah kekhawatiran stok senjata AS pasca serangan ke Iran, meski Trump membantah ada kekurangan.
3
Perusahaan diberi tenggat akhir Agustus untuk menyerahkan rencana percepatan, termasuk untuk Next Generation Interceptor.
Sumber
Sumber: Bloomberg, mengutip surat Wakil Menteri Pertahanan AS Steve Feinberg tertanggal 5 Agustus 2026, dengan laporan awal dari The Washington Post.
DESK PERTAHANAN & GLOBAL
INILAHDATA.COM · Update 9 Agu 2026
Inilahdata.com – Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Steve Feinberg, melayangkan permintaan tegas kepada sejumlah raksasa industri pertahanan agar mempercepat produksi dan pengiriman sistem persenjataan strategis.
Desakan ini muncul di tengah kekhawatiran yang kian menguat soal kekurangan dan kesenjangan persediaan senjata AS, yang semakin terasa sejak pecahnya perang Iran.
Dalam surat bertanggal 5 Agustus yang ditujukan kepada perusahaan-perusahaan besar seperti Boeing Co., Lockheed Martin Corp., dan RTX Corp, dan lebih dulu diberitakan The Washington Post sebelum dilihat Bloomberg, Feinberg menyebut Departemen Pertahanan tengah membidik percepatan sejumlah program krusial.
Di antaranya sistem pengawasan wilayah luas, sensor dan pencegat pertahanan udara, hingga sistem pelacakan rudal.
Nada suratnya cukup keras. “Proses pengembangan yang memakan waktu bertahun-tahun tidak dapat diterima,” tulis Feinberg. Ia menambahkan bahwa jadwal program mesti dipangkas drastis dan kapasitas produksi harus diperluas mulai sekarang juga.
Sorotan terhadap stok senjata AS ini menguat sejak militer negara itu menyerang Iran sekaligus menangkis gempuran drone dan rudal yang mengarah ke pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan tersebut.
Presiden Donald Trump sendiri membantah keras klaim bahwa AS kehabisan amunisi. Ia menyebut negaranya masih memegang “jumlah yang sangat besar” persediaan senjata, bahkan mengancam akan menjatuhkan sanksi bagi pihak yang menyebarkan narasi kekurangan senjata.
Meski begitu, Trump tak menampik ada beberapa sistem persenjataan yang kondisinya “sedikit lebih terbatas” dibanding yang lain, meski ia mengklaim pemerintah “mendapatkannya setiap hari” tanpa merinci lebih jauh apa yang dimaksud.
Permintaan Feinberg tidak berhenti pada kebutuhan mendesak terkait Iran saja. Suratnya juga menyinggung kebutuhan jangka panjang seperti sistem komunikasi satelit dan pertahanan udara generasi mendatang.
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah Next Generation Interceptor milik Lockheed Martin, proyek yang dirancang untuk melindungi wilayah AS dari ancaman rudal balistik antarbenua (ICBM).
Sebagai tindak lanjut, Feinberg meminta seluruh perusahaan penerima surat menyerahkan rencana konkret mereka paling lambat akhir Agustus, mencakup skema percepatan jadwal pengiriman maupun peningkatan kapasitas produksi untuk program-program prioritas yang telah ditetapkan. (**)