Sabtu, 10 Okt 2026 - :
10 Okt 2026 - 11:36 | 14 Views | 0 Suka

Mentan Amran: 102 Mafia Pangan Sudah Dipenjara, Jumlahnya Masih Akan Bertambah

8 mnt baca

Inilahdata.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah serius menegakkan hukum di sektor pangan.

Menurutnya, 102 orang yang disebutnya mafia pangan kini sudah dijebloskan ke penjara, dan ia tak segan menindak siapa pun yang melanggar aturan serta merugikan masyarakat. Amran bahkan memperkirakan jumlah tersangka masih akan bertambah.

Hal itu disampaikan Amran di kediamannya di kawasan Kalibata, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

“Sudah 100 tersangka, 102 sampai hari ini. Tapi kalau ada yang mempermainkan pangan, insyaallah akan bertambah lagi ke depan,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa tindakan tegas itu tidak hanya diarahkan kepada pihak luar. Pegawai hingga pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) yang terbukti bersalah juga ikut ditindak. Sebagian dipecat, sebagian lain diproses hukum atas permintaan Kementan sendiri kepada aparat penegak hukum.

“Bukan saja dari luar, dari Kementerian Pertanian berapa kami pecat, berapa kami tersangkakan, minta ditersangkakan oleh penegak hukum. Itu ada kelas direktur dipenjara sekarang,” ucapnya.

Amran mengingatkan agar tidak ada pihak yang mempermainkan kepentingan rakyat demi keuntungan pribadi. Ia meyakini praktik seperti itu pasti ada karena ada orang yang mengejar untung dari penderitaan rakyat kecil. Baginya, penindakan ini adalah perintah Presiden.

“Yang selalu mempermainkan, pasti ada. Itu sudah kepastian karena ingin mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat kecil, dan itu perintah Presiden, basmi!” kata Amran.

Hasil kerja Satgas Pangan Polri

Amran menjelaskan, 102 tersangka itu merupakan hasil penindakan Satgas Pangan Polri sepanjang 2024 hingga 2026 terhadap berbagai kecurangan yang merugikan kepentingan pangan nasional.

Ia mengakui langkah ini tidak disukai sebagian pihak, tetapi mafia pangan tetap akan dibereskan sesuai perintah Presiden.

Proses hukum, kata dia, akan terus berjalan, dan penetapan tersangka baru masih mungkin terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

“Mudah-mudahan 3 bulan ke depan, ada lagi menyusul 20 orang. Ini musuh negara,” katanya.

Amran juga meminta seluruh jajarannya tidak terpengaruh tekanan maupun kritik di media sosial saat mengawasi sektor pangan. Menurutnya, pekerjaan tidak boleh berhenti.

“Saya beritahu seluruh jajaran, enggak usah peduli. Kita tidak akan berhenti kerja,” tegasnya.

Stok pangan aman hadapi El Nino

Di sisi lain, Amran menyatakan pemerintah sudah menyiapkan ketersediaan pangan nasional untuk menghadapi cuaca ekstrem seperti El Nino dan kekeringan. Ia mengklaim cadangan pangan saat ini yang tertinggi sejak Republik Indonesia berdiri.

“Stok kita tertinggi selama Republik ini berdiri. Beras kita banyak, ada kekeringan, ada El Nino, enggak masalah,” ujarnya.

Menurut Amran, kesiapan itu hasil perencanaan matang yang dilakukan jauh hari sebelumnya. Sektor pertanian juga disebutnya menunjukkan tren positif, terlihat dari ekspor yang meningkat dan impor beberapa komoditas yang menurun.

Ia mengaitkan ketenangan di tengah krisis global dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar persoalan diselesaikan secepat mungkin.

“Dunia krisis, tapi kita tenang-tenang. Itulah (berkat) Presiden kita (Prabowo Subianto). (Beliau) perintahkan, selesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” pungkas Amran. (**)

Catatan redaksi: naskah asli menyebut “102 orang mafia pangan telah dijebloskan ke penjara” sekaligus menyebut mereka “tersangka”. Saya mempertahankan kedua istilah itu apa adanya. Untuk kehati-hatian hukum, redaksi bisa mempertimbangkan memakai “tersangka” saja dan menambahkan asas praduga tak bersalah. Klaim “stok tertinggi sepanjang sejarah” juga murni pernyataan Mentan, sehingga saya tulis sebagai klaim, bukan fakta.

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%