Ratusan massa mengadukan Gubernur Jambi Al Haris kepada Presiden Prabowo Subianto. Mereka menyebut laporan soal karhutla tidak sesuai kenyataan, sementara kabut asap kian pekat.
Matahari memudar seiring kabut menebal
Kabut asap menyelimuti Jambi
Pantauan karhutla dari udara dengan helikopter
Ratusan
Massa berdemo di gerbang Kantor Gubernur Jambi
Rp30 M
Anggaran dari pusat yang diminta dibuka transparan
3 bulan
Lamanya asap tak hilang menurut perwakilan massa
Yang diteriakkanDi depan gerbang Kantor Gubernur Jambi
Nirempatiposter massa untuk Al Haris
“Pak Prabowo, Al Haris cuman bohongin bapak. Jangan mau dibohongi.”
Seruan ratusan massa, sambil mengacungkan poster Al Haris bertuliskan nirempati.
PemicunyaLaporan kepada Presiden dan pernyataan sesudahnya
Senin, 24 Agustus 2026: melapor ke Prabowo bahwa Jambi tak ada titik api
Memantau karhutla dari helikopter dan menyebut situasi aman
Senyum saat melapor dinilai publik nirempati
Tiga tuntutanMahasiswa dan elemen masyarakat
Tuntas
Menyelesaikan karhutla sampai tuntas
Rp30 M
Transparansi anggaran dari pusat untuk penanganan karhutla
Korporasi
Memproses korporasi yang terlibat karhutla
Asal asapKlaim Al Haris dan bantahannya
Disebut Al Haris
Asap di Jambi berasal dari Sumatera Selatan
Respons
Dibantah langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan
Perwakilan massaDeri Anandia kepada wartawan
“Sudah tiga bulan asap tidak hilang, justru semakin parah. Malah dia nyalahin Palembang, malah (sebut) ini kehendak Allah, bukan begitu cara kita bernegara.”
Deri AnandiaKamis, 8 Oktober 2026
Dari pemerintahAl Haris belum bisa menemui pendemo
“Kami berada di Merangin siang tadi, ada penyerahan bantuan pendidikan Pro Cerdas SMAN 8 Merangin, sekarang menuju Jambi.”
AriansyahKepala Diskominfo Provinsi Jambi
Massa meminta Al Haris menemui mereka dan menjawab tuntutan satu per satu. Hingga demo berlangsung, sang gubernur masih dalam perjalanan dari Merangin.
Inilahdata.com
Sumber: Aksi demo karhutla di Kantor Gubernur Jambi, 8 Oktober 2026