
Inilahdata.com, Jakarta – Internet kini telah menjadi kebutuhan yang nyaris setara dengan kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia. Aktivitas sehari-hari yang semakin bergantung pada smartphone, media sosial, layanan digital, hingga transaksi online membuat pengeluaran untuk paket data menjadi bagian penting dalam anggaran rumah tangga.

Berdasarkan survei terbaru yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2026, sebanyak 81,72 persen populasi Indonesia atau sekitar 235 juta orang telah terhubung ke internet. Angka tersebut menunjukkan besarnya penetrasi internet sekaligus tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan data seluler.
Meski penggunaan internet terus meningkat, mayoritas masyarakat Indonesia ternyata masih sangat memperhatikan biaya yang dikeluarkan untuk membeli paket data. Survei APJII menunjukkan sebagian besar pengguna internet hanya mengalokasikan dana antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per bulan untuk kebutuhan internet seluler.
Pada pelanggan Telkomsel, sebanyak 60,5 persen pengguna menghabiskan biaya internet di rentang Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per bulan. Persentase serupa juga terlihat pada pelanggan XLSmart sebesar 59,2 persen dan pelanggan Indosat Ooredoo Hutchison (IM3 dan Tri) sebesar 57 persen.

Data tersebut mengindikasikan bahwa paket internet dengan harga menengah masih menjadi pilihan utama masyarakat karena dianggap mampu memenuhi kebutuhan komunikasi dan hiburan digital sehari-hari.
Selain itu, masih banyak pengguna yang mengeluarkan biaya internet di bawah Rp50 ribu per bulan. Pada pelanggan Indosat Ooredoo Hutchison, kelompok ini mencapai 33,4 persen, disusul XLSmart sebesar 31,3 persen, dan Telkomsel sebesar 24,4 persen.
Sementara itu, pengguna yang mengeluarkan biaya lebih dari Rp100 ribu per bulan jumlahnya relatif kecil. Pada pelanggan Telkomsel, hanya 14,3 persen yang menghabiskan dana antara Rp100 ribu hingga Rp250 ribu per bulan. Angka tersebut lebih tinggi dibanding pelanggan Indosat Ooredoo Hutchison yang mencapai 9,4 persen dan XLSmart sebesar 8,9 persen.
Adapun pelanggan yang mengeluarkan biaya internet lebih dari Rp250 ribu per bulan tercatat kurang dari satu persen pada seluruh operator seluler utama di Indonesia.
Di sisi lain, survei APJII juga mencatat bahwa Telkomsel masih menjadi operator seluler yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia dengan pangsa penggunaan mencapai 37,9 persen melalui layanan Simpati, Halo, dan by.U. Posisi kedua ditempati Indosat Ooredoo Hutchison dengan pangsa 35,5 persen, sedangkan XLSmart berada di posisi ketiga dengan 26,7 persen.
Besarnya jumlah pengguna yang memilih paket internet berharga terjangkau menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih sangat sensitif terhadap harga layanan data. Kondisi ini juga mencerminkan tingginya persaingan industri telekomunikasi nasional yang membuat harga paket internet tetap kompetitif.
Fenomena tersebut sejalan dengan posisi Indonesia yang termasuk negara dengan tarif internet seluler paling murah di dunia. Berdasarkan berbagai pemeringkatan global, Indonesia berada di peringkat ke-12 dunia untuk harga paket data termurah serta menjadi negara kedua dengan internet paling terjangkau di Asia Tenggara setelah Vietnam.
Dengan jumlah pengguna internet yang terus bertambah dan harga paket data yang relatif murah, sektor telekomunikasi diperkirakan masih akan menjadi salah satu industri yang tumbuh pesat dalam beberapa tahun mendatang.(sat)
| Indikator | Data |
|---|---|
| Penetrasi internet Indonesia | 81,72% populasi |
| Jumlah pengguna internet | 235 juta orang |
| Operator terbesar | Telkomsel (37,9%) |
| Operator kedua | Indosat Ooredoo Hutchison (35,5%) |
| Operator ketiga | XLSmart (26,7%) |
| Pengeluaran internet terbanyak | Rp50 ribu-Rp100 ribu per bulan |
| Pengguna Telkomsel Rp50 ribu-Rp100 ribu | 60,5% |
| Pengguna Indosat Rp50 ribu-Rp100 ribu | 57% |
| Pengguna XLSmart Rp50 ribu-Rp100 ribu | 59,2% |
| Pengguna internet < Rp50 ribu/bulan | 24,4%-33,4% |
| Pengguna internet > Rp250 ribu/bulan | < 1% |
| Peringkat harga internet termurah dunia | Ke-12 |
| Peringkat Asia Tenggara | Ke-2 setelah Vietnam |