
Inilahdata.com – Kebakaran hutan dan lahan yang sempat melanda kawasan Resor Sembalun, SPTN Wilayah II Balai Taman Nasional (TN) Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, kini dinyatakan sudah berhasil dikendalikan.
Kementerian Kehutanan memastikan tidak ada lagi titik api aktif yang terpantau di lokasi kejadian. Kepala Balai TN Gunung Rinjani, Budhy Kurniawan, memperkirakan luas kawasan yang terdampak sekitar 30 hektare.
Ia menekankan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara berdasarkan pengamatan awal di lapangan dan akan terus dikonfirmasi. Vegetasi yang terbakar sebagian besar berupa semak, perdu, dan liana, bukan tegakan hutan utama.
“Balai Taman Nasional Gunung Rinjani bersama unsur terkait bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan Resor Sembalun,” kata Budhy dalam siaran pers yang dikutip Senin (10/8/2026), merujuk pada respons cepat instansinya begitu laporan masuk dari warga.
Kronologi: Dari Laporan Warga hingga Api Padam
Titik api pertama kali dilaporkan warga sekitar pada Jumat (7/8/2026) pukul 16.48 WITA. Petugas yang menindaklanjuti laporan itu menemukan tiga titik api aktif di kawasan Maletan.
Dalam penanganan tahap awal, sebanyak 22 personel diturunkan untuk memadamkan api, meski perkembangannya masih tergolong dinamis hingga pukul 19.00 WITA malam itu.
Tim kemudian memantau perkembangan kebakaran menggunakan pesawat nirawak alias drone sebelum melanjutkan operasi pemadaman pada dini hari berikutnya, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 00.15 WITA.
Kali ini jumlah personel yang dikerahkan bertambah menjadi 35 orang. Sekitar pukul 01.30 WITA, api akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya.
Setelah api padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Areal penanganan diperiksa ulang dan dipastikan tidak ada titik api aktif yang tersisa, dilanjutkan dengan penyisiran serta pemadaman sisa material yang masih berpotensi kembali menyala.
“Setelah api berhasil dikendalikan, pemantauan dan mopping up tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala,” ujar Budhy.
Pemantauan Berlanjut, Warga Diminta Waspada
Kementerian Kehutanan menyatakan pemantauan lapangan di kawasan tersebut akan terus berjalan untuk memastikan seluruh bara benar-benar padam dan tidak muncul titik api susulan.
Kepada masyarakat di sekitar kawasan TN Gunung Rinjani, kementerian ini mengimbau agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim kering seperti sekarang.
Pihak kementerian juga meminta agar segera melapor apabila mendapati indikasi kebakaran atau aktivitas yang berisiko memicu kebakaran di dalam maupun di sekitar kawasan taman nasional.
Halaman : 1 2