Sabtu, 12 Sep 2026 - :
22 Agu 2026 - 09:37 | 62 Views | 0 Suka

Kabar Baik untuk Peternak, Kuota Jagung SPHP Bakal Ditambah 150.000 Ton

11 mnt baca

Inilahdata.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengajukan usulan penambahan kuota jagung pakan dalam skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 150.000 ton.

Rencana ini digulirkan sebagai respons atas tren kenaikan harga pakan yang belakangan cukup membebani para peternak unggas di berbagai daerah.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menerangkan bahwa program SPHP jagung pakan untuk tahun 2026 sebenarnya sudah berjalan sejak awal Mei.

Total kuota penyaluran yang ditetapkan mencapai 213.200 ton, yang dirancang untuk menjangkau kebutuhan peternak dari skala usaha mikro, kecil, hingga menengah.

Rinciannya, sebanyak 138.650 ton dialokasikan untuk kelompok peternak skala mikro dengan asumsi kebutuhan selama tiga bulan.

Sementara 50.370 ton disiapkan bagi peternak skala kecil dengan estimasi kebutuhan dua bulan, dan 24.170 ton lainnya untuk peternak skala menengah dengan asumsi kebutuhan satu bulan.

Menurut Ketut, Bapanas telah secara resmi mengajukan surat kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan agar segera digelar Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas).

Forum ini diharapkan menjadi wadah untuk membahas sekaligus memutuskan penambahan kuota SPHP jagung pakan sebanyak 150.000 ton tersebut. Ia menjelaskan bahwa keputusan ini sebenarnya sudah disepakati dalam pertemuan dengan para pelaku usaha peternakan telur.

“Beberapa waktu yang lalu Bapak Kepala Bapanas sudah mengundang seluruh asosiasi peternakan telur di Surabaya untuk memastikan bahwa pemerintah akan melakukan intervensi. Pada kesempatan tersebut sudah disepakati bahwa untuk mengendalikan harga, unlock-nya harga telur di tingkat produsen ini, Bapak Kepala Bapanas sudah memutuskan untuk menambah SPHP jagung sebanyak 150.000 ton,” ujar Ketut dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi Bapanas, Jumat (21/8/2026).

Ia menambahkan, pihaknya kini masih menanti hasil kesepakatan dari Rakortas di Kemenko Pangan terkait usulan tambahan kuota tersebut.

Langkah ini, kata Ketut, diharapkan bisa meringankan beban peternak yang tengah menghadapi kenaikan harga pakan, harga anak ayam usia sehari (DOC), dan berbagai komponen produksi lainnya.

“Dengan adanya tambahan SPHP jagung ini, harapan kita peternak masih bisa membeli pakan dengan harga yang relatif wajar,” ujarnya.

Dari sisi realisasi, penyaluran SPHP jagung pakan per 18 Agustus tercatat sudah mencapai 49,97 persen dari target total 213.200 ton, atau setara 120.310 ton yang telah diakses peternak di 28 provinsi.

Jawa Timur tercatat sebagai daerah dengan jumlah peternak penerima terbanyak, yakni 3.672 peternak, disusul Jawa Tengah dengan 2.012 peternak.

“Oleh karena itu, dengan kendali-kendali yang kita lakukan, mudah-mudahan relatif harga telur baik di produsen maupun di konsumen, nantinya bisa terkendali dengan baik dan sesuai dengan harga acuan yang kita tetapkan,” jelas Ketut.

Soal harga telur, Ketut mengakui bahwa harga di tingkat peternak memang masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang dipatok pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.

Pemerintah pun terus berupaya mendorong kenaikan harga di level produsen agar kondisinya membaik.

“Perkembangannya di sisi produsen ini masih rendah sehingga kami sedang mengupayakan penaikan di tingkat produsen. Mungkin akan berefek pada IPH (Indeks Perkembangan Harga) nantinya. Tapi kalau kita melihat di sisi konsumen memang juga masih di bawah Rp30.000,” jelasnya.

Sementara itu, untuk komoditas daging ayam ras, tren harganya sedikit meningkat namun secara umum masih berada di kisaran harga acuan. Bahkan di tingkat produsen, harganya masih di bawah HAP yang ditetapkan.

“Nah tentu di tingkat konsumen ada beberapa yang memang sudah tinggi di atas HAP, maka pemerintah secara bersama melakukan langkah-langkah intervensi yang bisa dilakukan,” ucap Ketut.

Berdasarkan pemantauan Bapanas per 19 Agustus, rerata harga telur ayam di tingkat peternak berada di Rp22.978 per kilogram, atau 13,29 persen di bawah HAP.

Sementara harga ayam broiler di tingkat peternak tercatat Rp24.849 per kilogram, sekitar 0,6 persen di bawah HAP. Di sisi konsumen, rerata harga telur ayam dan daging ayam masing-masing berada di Rp28.097 per kilogram dan Rp40.639 per kilogram.

Sebelumnya, Kepala Bapanas yang juga menjabat Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah akan terus menjaga ketersediaan jagung bagi peternak.

Amran bahkan telah menginstruksikan Perum Bulog untuk terus melayani kebutuhan peternak unggas akan jagung pakan dengan harga yang lebih terjangkau.

“Menambah dan memperpanjang SPHP. Nah itu Bulog, tanggung jawab saya, Bulog, perpanjang sepanjang-panjangnya. Selama peternak butuh, kasih, titik, mudah, jangan ada basa-basi. SPHP Bulog kita lanjutkan sampai akhir tahun,” ujar Amran.

Sebagai catatan, harga jagung pakan yang ditetapkan Bapanas adalah Rp5.000 per kilogram untuk pengambilan langsung di gudang Bulog, dengan harga maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak.

Penyalurannya dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian.

Untuk wilayah sentra produksi jagung, penyaluran SPHP juga harus mempertimbangkan periode panen raya serta kondisi harga di tingkat petani maupun peternak, agar tidak berdampak negatif terhadap harga jagung di level petani setempat. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%