
Inilahdata.com – Pengusaha jalan tol Mohammad Jusuf Hamka, yang akrab disapa Babah Alun, tengah menggeber sejumlah proyek tol baru lewat entitas usahanya, PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk. Salah satu proyek andalan yang tengah digarap adalah tol layang (elevated) tertinggi di Jakarta, yakni Jalan Tol Harbour Road II ruas Ancol Timur-Pluit.
Tol layang ini dibangun menumpang di atas jalur tol yang sudah ada, yaitu Tol Sedyatmo. Dengan struktur jalan layang bertingkat setinggi 38 meter, Harbour Road II bakal menyandang status sebagai jalan tol tertinggi di Ibu Kota. Progres pembangunannya kini telah mencapai 44,12%, sementara proses pembebasan lahan diperkirakan sudah menembus 77%.
“Progres kami ini 44,12% dengan availability dari tanah yang sudah UGK infonya sudah 77%. Ini adalah progres baru sebetulnya walaupun UGK sudah sampai 77% availability area yang bisa dikerjakan oleh rekan-rekan kontraktor adalah 81,55%,” ungkap Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk, Arief Budhy Hardono, dikutip dari Instagram resmi CMNP @official.cmnp, Sabtu (5/9/2026).
Proyek Harbour Road II menelan investasi senilai Rp15,08 triliun dan ditargetkan rampung pada 2028. Kehadirannya diharapkan mampu mengurai kepadatan di Tol Harbour Road I sekaligus meredam beban lalu lintas di kawasan utara Jabodetabek yang selama ini padat.
Tak hanya itu, ruas baru ini juga digadang-gadang mampu menyerap arus kendaraan dari Pelabuhan Tanjung Priok. Konektivitas logistik yang selama ini bertumpu pada Jalan Martadinata menuju Pluit diharapkan bisa lebih terurai, sekaligus mendongkrak keterhubungan dengan Bandara Soekarno-Hatta.
Dari sisi desain, proyek sepanjang 9,7 kilometer ini mengusung struktur jalan layang bertingkat dengan konfigurasi 2×3 lajur dan kecepatan rencana 80 km per jam.
Dewan Penasihat PT CMNP Tbk, Jusuf Hamka, menyebut tol ini dirancang mampu bertahan dari ancaman gempa bumi hingga seribu tahun ke depan. Ia juga menekankan bahwa seluruh teknologi yang dipakai dalam proyek ini sepenuhnya merupakan produk dalam negeri.
“Jalan Harbour Road II ini buat saya merupakan cita-cita yang sejak lama karena ini elevated di atas yang sudah ada. Jadi kalau boleh bilang kalau dulu single-decker sekarang double decker. Dan bapak-ibu saya perlu laporkan ini dibangun oleh anak bangsa sendiri tanpa ada orang-orang luar negeri dan pak dirjen mungkin perlu ketahui ini juga tidak menggunakan APBN. Jadi mudah-mudahan kita yang pekerja keras terus mendapatkan support dari pemerintah terutama dari Bina Marga, BPJT, KSP, kita akan bekerja yang baik dan insyaallah jalan kita ini kekuatan anti gempanya bukan 100 tahun lagi ya, 1.000 tahun pak sekarang,” bebernya.
Lanjutkan Tol Sawangan-Bogor, Ditembus hingga Caringin
Selain Harbour Road II, Babah Alun juga bersiap melanjutkan pembangunan Jalan Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda. Ia memastikan konstruksi ruas tersebut akan mulai berjalan tahun ini.
“Insyallah yang dari Sawangan sampai dengan Salabenda tahun ini konstruksinya sudah dimulai,” kata dia.
Menurutnya, proyek ini nantinya akan menjadi perpanjangan dari ruas Tol Depok-Antasari (Desari) sekaligus tersambung dengan Bogor Outer Ring Road (BORR). Bahkan, ruas Sawangan-Salabenda direncanakan berlanjut hingga ke Caringin.
“Untuk jalan Tol, Babah sudah menyetujui untuk mengembangkan dari Sawangan sampai dengan Bojong Gede dan Salabenda. Selanjutnya dari Bogor ke Caringin,” bebernya.
Rencana ini disampaikan usai pertemuan Jusuf Hamka dengan Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Rabu (5/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga ditantang untuk membangun Tol Tambang sepanjang 12 km yang akan menghubungkan tiga kecamatan penopang sektor tambang di Kabupaten Bogor, yaitu Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang.
“Pada kesempatan tersebut Babah diundang untuk membuat jalan Tol dan ditantang buat jalan Tol Tambang,” bebernya.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, ruas Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda sepanjang 27,9 km ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 mendatang. (**)
Halaman : 1 2