Inilahdata.com – Aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Maluku Utara kembali meningkat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung tersebut meletus sebanyak empat kali sepanjang Rabu (9/9/2026), dengan rentang waktu yang cukup berdekatan sejak pagi hingga siang hari.
Berdasarkan pantauan yang dihimpun dari situs Magma Indonesia, keempat erupsi itu tercatat terjadi pada pukul 05.27 WIT, 09.19 WIT, 11.54 WIT, dan 12.01 WIT.
Sayangnya, visual letusan tidak dapat teramati secara langsung dari pos pemantauan akibat kondisi di lapangan. Hingga laporan ini disusun, aktivitas erupsi disebut masih terus berlangsung.
Dari sejumlah letusan yang tercatat, erupsi pukul 09.19 WIT menjadi salah satu yang paling terdokumentasi datanya. PVMBG mencatat ketinggian kolom abu pada momen itu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak, atau setara 1.925 meter di atas permukaan laut.
“Telah terjadi erupsi Gunung Ibu, Maluku Utara pada 09 September 2026 pukul 09:19 WIT dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 600 meter di atas puncak,” demikian bunyi laporan resmi PVMBG yang dipublikasikan Rabu (9/9/2026).
Laporan tersebut juga menjelaskan karakteristik kolom abu yang teramati. Warnanya berkisar dari putih hingga kelabu dengan intensitas sedang sampai tebal, dan condong bergerak ke arah timur laut serta timur.
Dari sisi kegempaan, erupsi ini terekam jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 28 milimeter dan durasi sementara sekitar 30 detik.
Menyusul rangkaian erupsi tersebut, status Gunung Ibu saat ini masih ditetapkan pada level II atau Waspada. PVMBG pun mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi warga sekitar maupun wisatawan.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif, dengan perluasan sektoral hingga 3,5 kilometer khusus ke arah bukaan kawah di sisi utara.
Selain itu, PVMBG juga mengingatkan potensi hujan abu susulan. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan disarankan mengenakan pelindung diri seperti masker untuk hidung dan mulut, serta kacamata untuk melindungi mata dari paparan abu vulkanik.
Tak kalah penting, PVMBG turut mengajak seluruh pihak untuk menjaga suasana tetap kondusif di tengah masyarakat.
Lembaga ini secara khusus mewanti-wanti agar warga tidak menyebarkan narasi bohong atau hoaks, maupun terpancing oleh isu-isu yang belum jelas sumbernya, dan senantiasa mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah setempat.
Sebagai langkah koordinasi lanjutan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat juga diminta untuk terus berkomunikasi aktif dengan PVMBG di Bandung maupun dengan Pos Pengamatan Gunung Ibu yang berlokasi di Gam Ici, guna memperoleh informasi terkini seputar perkembangan aktivitas gunung tersebut. (**)
Halaman : 1 2