Sabtu, 12 Sep 2026 - :
6 Sep 2026 - 20:01 | 44 Views | 0 Suka

Erupsi Anak Krakatau, Pemerintah Godok Kemungkinan Belajar dari Rumah

8 mnt baca

Inilahdata.com – Pemerintah masih menimbang langkah lanjutan untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap aman di tengah sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyampaikan bahwa instansinya tengah menyiapkan pembaruan informasi terkait kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di wilayah-wilayah yang terdampak.

Menurut Qodari, langkah ini akan dikoordinasikan lebih dulu dengan Kementerian Pendidikan agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Kami dari Badan Komunikasi sedang menyiapkan press conference berikutnya terkait dengan pertanyaan yang barusan disampaikan. Yang ditujukan untuk Kementerian Pendidikan,” ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Minggu (6/9/2026).

Selain menunggu tanggapan dari Kementerian Pendidikan, Bakom juga akan meminta pembaruan data dari Kementerian Dalam Negeri mengenai situasi terkini di setiap provinsi maupun kabupaten/kota yang terkena imbas erupsi.

Qodari menjelaskan bahwa opsi PJJ baru akan diberlakukan apabila tingkat polusi udara akibat abu vulkanik sudah dinilai membahayakan kesehatan warga, khususnya anak-anak sekolah.

Ia menyebut kebijakan semacam ini bukan hal baru, pemerintah pernah menerapkan pola serupa saat menangani dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera, di mana pelaksanaan pendidikan disesuaikan dengan indikator polusi di masing-masing lokasi.

“Apabila memang memenuhi atau sampai tingkat yang tidak berbahaya, maka diberikan ruang atau kesempatan kepada pemerintah daerah yang terdampak untuk melakukan pendidikan jarak jauh atau pembelajaran online,” kata Qodari.

Ia menegaskan, sampai saat ini belum ada keputusan bahwa seluruh sekolah di wilayah terdampak akan otomatis beralih ke sistem belajar dari rumah.

Pemerintah, kata dia, masih terus memantau perkembangan situasi sembari berkoordinasi dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah setempat.

Qodari turut menegaskan bahwa perhatian terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau datang langsung dari level tertinggi pemerintahan.

“Bapak Presiden dan pemerintah memantau secara cermat perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau beserta setiap potensi dampaknya,” ucapnya.

Pemantauan itu, lanjut Qodari, dilakukan berdasarkan data dan rekomendasi sejumlah lembaga teknis yang memang berwenang di bidangnya masing-masing.

Mulai dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Keempat lembaga ini disebut terus memperbarui informasi mengenai kondisi terkini di lapangan.

Di sisi lain, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada selama hujan abu vulkanik masih berlangsung.

Warga di wilayah terdampak diminta mengenakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, menutup rapat pintu dan jendela rumah, serta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak tercemar abu.

Masyarakat juga diimbau untuk mencukupi kebutuhan minum air putih serta membiasakan diri mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar rumah. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%