
Inilahdata.com – Produsen otomotif dan teknologi asal China, BYD, terus memperluas pengaruhnya di pasar kendaraan elektrifikasi dunia. Perusahaan tersebut menyatakan jumlah distribusi kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) secara global kini telah melampaui 16 juta unit.

Pencapaian itu sekaligus memperpanjang posisi BYD sebagai pemimpin industri kendaraan energi baru dunia selama empat tahun berturut-turut.
BYD menyebut ekspansi kendaraan elektrifikasi di berbagai negara menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong mobilitas masa depan yang lebih efisien, rendah emisi, dan berorientasi pada keberlanjutan.
“Secara global, BYD telah mendistribusikan lebih dari 16 juta New Energy Vehicles (NEV) dan berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin industri NEV dunia selama empat tahun berturut-turut,” ujar Eagle Zhao di Depok, Jawa Barat, Selasa (26/5).

Menurut Zhao, perkembangan perusahaan tidak hanya diukur dari volume kendaraan yang terjual, tetapi juga dari dampak lingkungan yang dihasilkan melalui teknologi elektrifikasi.
Hingga Maret 2026, BYD mengklaim pemanfaatan kendaraan energi baru produksinya telah membantu memangkas emisi karbon global sekitar 136 miliar kilogram.
Perusahaan menyebut capaian tersebut memiliki dampak setara dengan manfaat ekologis dari penanaman lebih dari 2,2 miliar pohon.
“Hingga Maret 2026 BYD turut berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon global hingga sekitar 136 miliar kilogram, setara dengan dampak penanaman lebih dari 2,2 miliar pohon di seluruh dunia,” kata Zhao.
Ia menilai perubahan tren industri otomotif menunjukkan kendaraan tidak lagi dipandang semata sebagai alat mobilitas, tetapi juga bagian dari pola hidup modern yang menekankan efisiensi energi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Di Indonesia, BYD mengaku telah mendapatkan kepercayaan dari lebih dari 90 ribu pengguna.
Berbagai model kendaraan telah diperkenalkan perusahaan ke pasar domestik, mulai dari Atto 1, Dolphin, Atto 3, M6, Seal, Sealion 7, Denza D9, hingga model plug-in hybrid (PHEV) M6 Cross.
Menurut perusahaan, pertumbuhan basis pengguna di Indonesia menjadi motivasi untuk memperkuat inovasi produk maupun layanan.
“Kepercayaan yang diberikan oleh puluhan ribu pengguna di Indonesia tersebut menjadi dorongan bagi BYD untuk terus menghadirkan inovasi, layanan, dan kontribusi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Indonesia,” ujar Zhao.
Selain memperkuat ekspansi bisnis, BYD Motor Indonesia juga memperkenalkan program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk Small Steps for Tomorrow.
Program tersebut difokuskan pada dukungan terhadap sektor pendidikan dan penguatan akses kebutuhan sekolah bagi anak-anak.
Berkolaborasi dengan platform sosial Benih Baik, perusahaan menargetkan distribusi 1.200 paket bantuan berupa sepatu dan tas sekolah untuk pelajar yang membutuhkan.
Peluncuran program dilakukan melalui kegiatan awal di SDN 03 Pondok Petir, Depok.
BYD menyatakan program akan diperluas secara bertahap ke sejumlah wilayah lain, termasuk Bekasi, Bogor, Banten, Semarang, Kediri, Bali, hingga Lampung.
“Di BYD, kami percaya bahwa masa depan tidak hanya dibentuk oleh teknologi, tetapi juga oleh generasi muda yang nantinya akan menciptakan dan membawa perubahan di masa depan,” tutup Zhao.(**)