Rabu, 29 Jul 2026 - :
2 Jul 2026 - 16:04 | 188 Views | 0 Suka

Era B50 Dimulai: Indonesia Klaim Setop Impor Solar, tapi Pasokan Minyak Goreng Jadi Taruhan

12 mnt baca

Apa Itu B50?

B50 adalah bahan bakar diesel campuran: 50 persen biodiesel (B100) berbasis Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dari minyak sawit, dan 50 persen Solar murni berbasis fosil.

Artinya, setiap satu liter Solar yang dijual di SPBU kini separuhnya adalah minyak sawit olahan.

Sebagai gambaran skala, komposisi ini jauh melampaui kebijakan biofuel negara lain: Uni Eropa membatasi campuran biodiesel di angka 7 persen, sementara Amerika Serikat baru berkutat di kisaran B20.

Dari sisi harga, biodiesel B50 diproyeksikan dijual sekitar Rp6.800 per liter, berpotensi lebih murah dari B40 yang saat ini dibanderol sekitar Rp14.262 per liter.

Mengingat harga Solar fosil dunia tengah tertekan naik akibat gejolak geopolitik, sementara harga bahan bakar nabati relatif lebih stabil.

Payung Hukum dan Sanksi bagi Pelanggar

Kebijakan ini dikukuhkan lewat Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang Kewajiban Pencampuran Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel dengan Bahan Bakar Minyak Solar sebesar 50%, yang diteken Bahlil pada 17 Juni 2026 dan mulai berlaku 1 Juli 2026.

Beleid tersebut mewajibkan badan usaha bahan bakar nabati, badan usaha penyalur, dan badan usaha bahan bakar minyak untuk menaati standar mutu campuran yang telah ditetapkan dalam lampiran aturan.

Evaluasi pelaksanaan dilakukan Menteri setiap tiga bulan sekali.

Bagi badan usaha yang tidak menjalankan kewajiban pencampuran atau penyaluran sesuai target minimal, aturan ini mengancam sanksi administratif berjenjang: mulai dari teguran tertulis, penghentian sementara, hingga pencabutan izin usaha.

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%