PENYIDIK MENJALANKAN PRINSIP “FOLLOW THE MONEY” UNTUK ASSET RECOVERY
✓
✕
Verifikasi Muatan vs Pungutan Hauling
Penyidik mencocokkan volume batu bara riil dengan jumlah pungutan jasa pengamanan jalur hauling menuju dermaga.
MUATAN RIIL
DIPERIKSA
PUNGUTAN TERCATAT
DIDALAMI
Rp3,5 M
Uang Disita Terkait Ahmad Ali
1 Korporasi
Ditetapkan Tersangka
Follow The Money
Strategi Penyidikan Aset
KPK terus mendalami peran korporasi dan menelusuri aliran dana dalam kasus dugaan gratifikasi batu bara Kukar yang menyeret eks Bupati Rita Widyasari, termasuk keterkaitan penyitaan uang Rp3,5 miliar dengan nama Ahmad Ali, demi memaksimalkan pengembalian aset negara.
PERNYATAANBudi Prasetyo, Juru Bicara KPK
“Atas uang-uang yang sudah dilakukan penyitaan oleh penyidik, artinya ada keyakinan bahwa uang-uang itu memang diduga terkait ataupun bersumber dari dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan penyidikan di wilayah Kukar.”
BP
Budi Prasetyo
Juru Bicara KPK
FOKUS PENYIDIKANTiga Arah Pendalaman KPK
🏢
Peran Korporasi
Korporasi dinilai berperan aktif dan terstruktur dalam penerimaan gratifikasi.
🛣️
Pungli Hauling
Diduga ada pungutan berkedok jasa pengamanan di jalur angkut batu bara.
💰
Aset Recovery
Penyitaan dan penetapan tersangka korporasi diarahkan untuk pengembalian aset.
JEJAK KASUSDari Rita Widyasari hingga Pemeriksaan Ahmad Ali
7 MARET 2025
Ahmad Ali Diperiksa di Banyumas
Pemeriksaan digelar di lokasi terdekat karena yang bersangkutan akan berangkat umrah.
FEBRUARI TAHUN LALU
Penyitaan Rp3,5 Miliar
Uang yang diduga terkait Ahmad Ali disita penyidik sebagai bagian dari pengusutan.
9 SEPTEMBER 2026
Fokus Bergeser ke Korporasi
KPK menegaskan peran terstruktur korporasi dan strategi follow the money.
PERNYATAANBudi Prasetyo, Juru Bicara KPK
“Dalam penyidikan itu kemudian tentu dilakukan follow the money. Uang itu mengalir kepada siapa saja, untuk apa saja.”
BP
Budi Prasetyo
Juru Bicara KPK
KPK menyatakan penyidikan atas dugaan gratifikasi batu bara Kukar masih terus berjalan, dengan pendalaman peran korporasi dan pelacakan aliran dana sebagai kunci untuk memaksimalkan pengembalian aset negara.