Pupuk Indonesia Jajaki Investasi Pabrik Amonia-Urea Global di Rusia
SINTESIS AMONIA (NH3) BASIS PRODUKSI NFP-2
GAS ALAM PRIMORSKY KRAI DIOLAH MENJADI AMONIA & UREA
MOU JOINT STUDY DITANDATANGANI DALAM EASTERN ECONOMIC FORUM KE-11, KAMIS (3/9)
2030
Target Operasi Komersial
3,5 Juta Ton
Kapasitas Urea per Tahun
2 Juta Ton
Kapasitas Amonia per Tahun
PT Pupuk Indonesia menjajaki investasi pada Nakhodka Fertilizer Plant Phase 2 (NFP-2) milik JSC Ruschem di Primorsky Krai, Rusia, lewat penandatanganan MoU joint study dalam Eastern Economic Forum ke-11 di Vladivostok, sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan rantai pasok pupuk nasional.
PERNYATAANRahmad Pribadi, Direktur Utama Pupuk Indonesia
“Penjajakan kerja sama kajian ini merupakan salah satu opsi strategi jangka panjang Pupuk Indonesia untuk mengamankan akses bahan baku dan kapasitas produksi global.”
RP
Rahmad Pribadi
Direktur Utama Pupuk Indonesia
TIGA SOROTANAlasan Pupuk Indonesia Melirik NFP-2
01
Pengalaman Gas Jadi Modal
Pengalaman mengolah gas untuk amonia & urea dinilai relevan dengan basis produksi NFP.
02
Akses Pasar Asia-Pasifik
Pelabuhan Vladivostok menghadap Pasifik, kawasan yang selama ini jadi pasar strategis perusahaan.
03
Masih Tahap Awal Kajian
MoU jadi dasar untuk feasibility study dan due diligence sebelum keputusan investasi.
PERNYATAANRosan P. Roeslani, Menteri Investasi & Hilirisasi / CEO Danantara
“Pupuk Indonesia ini performance-nya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok dan dengan pihak Rusia.”
RR
Rosan P. Roeslani
Menteri Investasi & Hilirisasi / CEO Danantara
TAHAP LANJUTANCakupan Kajian Setelah Penandatanganan MoU
TEKNIS & EKONOMI
Feasibility Study
Mencakup aspek teknis, keekonomian proyek, hingga kepastian pasokan bahan baku gas alam.
PEMBIAYAAN & RISIKO
Due Diligence
Menelaah struktur pembiayaan proyek serta pemetaan risiko sebelum keputusan investasi diambil.
HUKUM & REGULASI
Kepatuhan Regulasi
Pupuk Indonesia turut mengkaji kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku di kedua negara.
PERNYATAANRahmad Pribadi, Direktur Utama Pupuk Indonesia
“Ini menjadi menarik karena Vladivostok menghadap Pasifik, kawasan yang selama ini memang menjadi pasar strategis Pupuk Indonesia.”
RP
Rahmad Pribadi
Direktur Utama Pupuk Indonesia
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal sebelum Pupuk Indonesia dan JSC Ruschem melangkah ke tahap kajian kelayakan yang lebih mendalam, dengan target proyek NFP-2 mulai beroperasi komersial pada 2030 mendatang.
INILAHDATA.COM
Sumber: Keterangan resmi PT Pupuk Indonesia (Persero) & Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Danantara, dikutip Senin (7/9/2026).