KAWALI Kuningan Desak Lelang Geothermal Ciremai Dihentikan Sementara
AMBANG SUMBER AIR
DEBIT TERPANTAU
PANAS BUMI DITAHAN DI BAWAH AMBANG, MATA AIR TETAP UTUH
TRANSPARANSI DULU, BARU LELANG BOLEH BERJALAN
2007
Tahun Prospek Diajukan ke ESDM
40 MW
Cadangan pada Dokumen Lelang 2026
TNGC
Kawasan Taman Nasional Ciremai
KAWALI DPD Kuningan meminta pemerintah menunda sementara lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ciremai sampai riwayat pengusulan, kajian teknis, dan potensi dampaknya terhadap sumber air dibuka ke publik.
PERNYATAANYanyan Anugraha, Ketua KAWALI DPD Kuningan
“Publik berhak mengetahui siapa yang mengusulkan, siapa yang mengajukan, atas dasar kajian apa, dan bagaimana proses sampai Gunung Ciremai ditetapkan sebagai WKP.”
YA
Yanyan Anugraha
Ketua KAWALI DPD Kuningan
TIGA TUNTUTANYang Diminta KAWALI Sebelum Lelang Berjalan
01
Buka Riwayat Pengusulan
Siapa pengusul awal WKP Ciremai sejak 2006–2007 harus dijelaskan terbuka ke publik.
02
Jelaskan Metodologi Cadangan
Perbedaan angka potensi antar-dokumen ESDM wajib diuraikan dasar dan metode hitungnya.
03
Susun Baseline Air Lebih Dulu
Data mata air, debit, dan kualitas air harus tersedia sebelum eksplorasi dimulai.
“Kalau dulu datanya menyebut angka yang berbeda dan sekarang muncul angka 40 MW, pemerintah wajib menjelaskan apa yang berubah. Semua harus bisa diuji publik.”
RW
Rokhim Wahyono
Sekretaris KAWALI DPD Kuningan
DESAKANKepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
SETOP SEMENTARA
Tunda Dulu Prosesnya
Lelang diminta ditahan sampai transparansi dan perlindungan lingkungan terjamin, bukan karena anti-energi.
KEWENANGAN TNGC
Jangan Dicampuradukkan
Pengelolaan Taman Nasional Gunung Ciremai tidak boleh tumpang tindih dengan kewenangan BKSDA Jabar.
KLARIFIKASI MINERAL
Jawab dengan Data
Kekhawatiran soal uranium dan mineral strategis lain diminta dijawab lewat data geologi terbuka, bukan diabaikan.
PERNYATAANYanyan Anugraha, Ketua KAWALI DPD Kuningan
“Kami meminta Menteri ESDM berani menghentikan sementara prosesnya. Bukan karena kami anti-energi, tetapi karena pemerintah harus memastikan bahwa proyek ini tidak mengorbankan fungsi ekologis Ciremai dan kehidupan masyarakat.”
YA
Yanyan Anugraha
Ketua KAWALI DPD Kuningan
“Sebelum menghitung berapa megawatt listrik yang bisa dihasilkan Ciremai, pemerintah harus menghitung terlebih dahulu berapa nilai air, hutan, ekosistem dan kehidupan masyarakat yang dipertaruhkan,” tutup Yanyan.
INILAHDATA.COM
Sumber: Keterangan resmi KAWALI DPD Kuningan — Yanyan Anugraha (Ketua) dan Rokhim Wahyono (Sekretaris) beserta jajaran pengurus, Jumat (4/9/2026).