PE CPO 12,5%/ B50 SEJAK 1 JULI 2026/ INSENTIF BPDP 2026 Rp32 TRILIUN/ BRENT US$91,01/BAREL/ CPO KL RM4.635/TON/
Ketika Gejolak Minyak Dunia Menyelamatkan Dana Biodiesel
gap harga menyempit
HIP Biodiesel
HIP Solar Fosil
12,5% PE CPO
Penopang Dana Insentif Biodiesel B50 — 22 Juli 2026
Tarif pungutan ekspor CPO 12,5% dinilai analis masih efektif menopang dana BPDP untuk mandatori B50, ditolong naiknya harga solar fosil akibat krisis Selat Hormuz yang mempersempit selisih harga keekonomian dengan biodiesel sawit.
Biodiesel SawitSolar Fosil
Tarif Pungutan Ekspor
12,5persen
PMK 9/2026, berlaku 1 Maret 2026
Insentif BPDP 2026
Rp32triliun
Turun 31,9% dari Rp47 T (2025)
Kebutuhan CPO Tambahan B50
1,74juta ton
Juli–Des 2026, versi Gapki
Produksi CPO Nasional
~53juta ton
Stagnan dibanding tahun lalu
Dua Suara, Satu Keyakinan
Lonjakan harga minyak dunia akibat krisis Hormuz justru mempersempit gap keekonomian biodiesel dan solar fosil.
Belum ada masalah dengan beban PE CPO 12,5% meski mandatori sudah beralih ke B50.
Eddy Martono — Ketua Umum Gapki, 14 Juli 2026
Ekspor Tergeser demi Kebutuhan Domestik
4–4,1 Juta Ton
Gapki memproyeksikan pergeseran volume ekspor CPO sekitar 5%–10%, atau tertekan 4–4,1 juta ton dibanding tahun lalu, karena pasokan diprioritaskan untuk kebutuhan biodiesel domestik. Kebutuhan tambahan CPO untuk B50 diperkirakan melonjak dari 1,5–1,74 juta ton pada 2026 menjadi sekitar 3–3,5 juta ton pada 2027 bila mandatori berjalan penuh setahun.
Tanpa desain fiskal yang adaptif, B50 berpotensi menjadi beban tambahan APBN saat harga minyak dunia melemah.
Abra Talattov — Ekonom Indef, dikutip April 2026
Dari Kenaikan Tarif ke Krisis Hormuz
1 Maret 2026
PMK 9/2026 resmi menaikkan PE CPO dari 10% menjadi 12,5% untuk memperkuat dana BPDP.
1 Juli 2026
Mandatori B50 resmi mulai berlaku secara nasional, menggantikan B40.
13–14 Juli 2026
Serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz memicu Brent melonjak ke kisaran US$85/barel.
22 Juli 2026
Analis menilai gap harga biodiesel–solar fosil makin sempit, meringankan beban insentif BPDP.
Pemangku Kepentingan Utama
BPDP · Pengelola Dana InsentifKemenkeu · Penerbit PMK 9/2026Kemenko Perekonomian
Kementerian ESDMGapkiTraderindoIndefPOPSI
1
PE CPO 12,5% dinilai masih cukup menopang dana BPDP untuk B50, terbantu naiknya harga solar fosil akibat krisis Selat Hormuz yang mempersempit gap subsidi.
2
Insentif biodiesel 2026 turun ke Rp32 triliun (dari Rp47 T di 2025), namun kebutuhan tambahan CPO untuk B50 dinilai masih bisa dipenuhi tanpa mengganggu pasokan domestik lain.
3
Produksi CPO stagnan di ~53 juta ton membuat percepatan replanting (PSR) jadi kunci menjaga keseimbangan pasokan ekspor, domestik, dan kebutuhan energi jangka panjang.