PAGU 2027 BARU 42,18% DARI KEBUTUHAN/ GAP ANGGARAN Rp5,91 TRILIUN/ USULAN TAMBAHAN Rp2,702 TRILIUN/ SAUM MEDAN & BANDUNG Rp1,55 TRILIUN/
Rasio Pagu Indikatif terhadap Kebutuhan Ditjen Hubdat 2027
42,18%
Terpenuhi
Kebutuhan
Rp10,22 T
Pagu Diterima
Rp4,31 T
Gap
Rp5,91 T
Ditjen Hubdat mengakui pagu indikatif 2027 belum cukup membiayai layanan transportasi publik selama satu tahun penuh — sejumlah program terpaksa disusun ulang berdasarkan skala prioritas.
Layanan BTS · 4 Kota
6 bulan
dari kebutuhan 12 bulan
Angkutan Penyeberangan · 267 Layanan
3 bulan
dari kebutuhan 12 bulan
Usulan Tambahan ke Kemenkeu
Rp2,70T
Untuk kebutuhan mandatori 2027
Program Infrastruktur Konektivitas
Rp3,28T
Porsi terbesar dari pagu 2027
Proyek Infrastruktur Baru 2027
Nihil
Dana hanya lanjutkan proyek berjalan
SAUM Medan & Bandung
Rp1,55T
Proyek strategis tetap berjalan
Rincian Program Infrastruktur Konektivitas
Pelayanan Transportasi Darat
Rp1,85 T
Keselamatan & Keamanan Transportasi Darat
Rp721,67 M
Infrastruktur Konektivitas Transportasi Darat
Rp393,64 M
Penunjang Teknis Transportasi Darat
Rp305,19 M
Proyek Strategis yang Tetap Berjalan
Sistem Angkutan Umum Massal Berbasis Jalan
Rp1,55 Triliun
Medan
Bandung
Di luar SAUM, Ditjen Hubdat juga mempertahankan 624 layanan keperintisan (Rp224,09 M), 4 layanan angkutan perkotaan (Rp35,1 M), kelanjutan infrastruktur di 3 lokasi (Rp101,9 M), dan rehabilitasi pascabencana Aceh–Sumbar (Rp11,97 M).
Keterangan Resmi
Pagu kebutuhan kami Rp10,22 triliun, yang diterima baru Rp4,31 triliun — gapnya Rp5,91 triliun.
Aan Suhanan — Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub
Kami berharap dukungan tambahan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Aan Suhanan — Rapat Kerja Komisi V DPR RI
Enam Kegiatan Prioritas 2027
1
Pengawasan Zero ODOL
Penanganan truk kelebihan dimensi dan muatan yang jadi biang kerusakan jalan dan kecelakaan fatal.
2
Penanganan lokasi rawan kecelakaan
Perbaikan titik-titik jalan dengan riwayat kecelakaan tinggi secara nasional.
3
Layanan angkutan umum massal perkotaan
Menjaga keberlangsungan armada berbasis jalan meski durasi layanan terbatas.
4
Pembangunan infrastruktur SAUM
Melanjutkan sistem angkutan umum massal berbasis jalan di Medan dan Bandung.
5
Pengoperasian terminal penumpang
Menjamin operasional terminal tetap berjalan di tengah keterbatasan dana.
6
Pengoperasian pelabuhan penyeberangan
Menopang konektivitas antarwilayah lewat jalur laut-darat yang tetap krusial.
Sumber Data & Riset
Rapat Kerja Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub dengan Komisi V DPR RI, 13 Juli 2026 · Bisnis.com · CNBC Indonesia · Antara News · hubdat.dephub.go.id