Rabu, 29 Jul 2026 - :
9 Jul 2026 - 15:26 | 91 Views | 1 Suka

Belanja Rakyat Kian Melempem, Sinyal Redup di Tengah Klaim Pertumbuhan Ekonomi

11 mnt baca
  • Konsumsi melambat lebih dalam secara tahunan. IPR Mei 2026 turun jadi 223,4, dengan kontraksi tahunan yang justru melebar dari 3,7% (April) jadi 3,9% (Mei), perbaikan bulanan hanya efek musim liburan, bukan pemulihan daya beli.
  • Tekanan sudah merambat ke kebutuhan pokok. Penjualan makanan-minuman-tembakau ikut terkontraksi, sementara barang tahan lama seperti elektronik dan sandang mengalami penurunan paling dalam.
  • Keyakinan konsumen melemah dua bulan beruntun, dari 123 (April) ke 117,8 (Juni), level terendah sejak September 2025, seiring meningkatnya ekspektasi inflasi, membuat ekonom menyebutnya sebagai alarm bagi daya tahan kelas menengah
    Indeks Penjualan Riil · Mei 2026
    223,4
    −3,9% yoy

    Konsumsi rumah tangga kehilangan tenaga — bukan cuma melambat, tapi kian tertinggal dibanding tahun lalu.

    Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia mencatat perlambatan yang kini merambat dari barang sekunder ke kebutuhan pokok, seiring keyakinan konsumen yang melemah dua bulan beruntun.

    gulir untuk lihat datanya
    Tren Tiga Bulan

    Penurunan bulanan mereda, tapi jejak tahunannya melebar

    Perbaikan dari April ke Mei lebih mencerminkan efek dasar musiman — normalisasi setelah lonjakan Ramadan dan Lebaran — ketimbang pemulihan daya beli yang sesungguhnya.

    226,9 223,4 221,6* APR MEI JUN*
    *proyeksi BIskala indeks, bukan dari nol
    Rincian Kelompok Barang · yoy, Mei 2026

    Pelemahan mulai menjalar ke kebutuhan pokok

    Makanan, minuman, dan tembakau — tulang punggung belanja rumah tangga — kini ikut terkontraksi. Barang tahan lama seperti elektronik dan sandang tertekan jauh lebih dalam.

    Makanan, Minuman & Tembakau−4,0%
    Sandang−12,0%
    Peralatan Informasi & Komunikasi−18,4%
    Barang Budaya & Rekreasi+0,2%

    Pelemahan keyakinan konsumen mulai menjadi sinyal melemahnya daya tahan konsumsi rumah tangga, terutama pada kelompok berpendapatan menengah.

    Josua Pardede · Kepala Ekonom Bank Permata
    Keyakinan Konsumen

    Optimisme surut dua bulan beruntun

    Indeks Keyakinan Konsumen masih di atas ambang optimistis, tapi trennya konsisten menurun — ke level terendah sejak September 2025.

    123,0 120,9 117,8 APR MEI JUN
    garis ambang optimis: 100terendah sejak Sep 2025
    Anomali

    Ekspektasi harga naik, tapi belanja tak dipercepat

    Biasanya, ekspektasi inflasi yang naik mendorong masyarakat berbelanja lebih awal. Kali ini terjadi sebaliknya — pertanda tekanan daya beli lebih dominan ketimbang dorongan psikologis belanja.

    178

    Ekspektasi Harga Umum untuk proyeksi dua bulan ke depan, naik dari 175,8

    3,34%

    Inflasi tahunan Juni 2026, ikut mengerek biaya hidup rumah tangga

    46,9

    PMI Manufaktur yang melemah, mengindikasikan permintaan domestik yang seret

    Kelas menengah tertekan biaya hidup dari berbagai arah sekaligus — mulai pelemahan rupiah, kenaikan harga pangan, hingga penyesuaian suku bunga acuan.

    Rizal Taufikurrahman · Kepala Pusat Makroekonomi Indef
    Adagia — Kata Bijak
    Latin

    Memuat kutipan…

    Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
    Juli 2026
    S S R K J S M
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
    Bagikan
    Beranda
    Bagikan
    Lainnya
    0%