Laba mayoritas BUMN di ekosistem Danantara naik signifikan sepanjang April 2025–April 2026.
Efisiensi dari pemangkasan “transaksi berlapis” dan penutupan anak usaha merugi diperkirakan menghemat sekitar Rp50 triliun per tahun, sementara dividen BUMN ke negara melonjak 72% dari Rp81,2 T (2023) menjadi Rp140 T (2025).
Sejumlah pengamat mengingatkan agar laba ini diuji lebih dalam.
Danantara — Ledger Transformasi BUMN
LEDGER TRANSFORMASI · SUPERHOLDING BUMN
Rp140 T
Dividen BUMN ke negara, 2025
Seluruh BUMN dalam ekosistem Danantara telah merampungkan Laporan Keuangan 2025. Laba Pertamina hingga Pupuk Indonesia melonjak, tiga emiten pelat merah berbalik dari rugi — tapi indeks IDX BUMN20 masih merah dan sejumlah ekonom minta angka ini diuji lebih dalam.
+80%
Laba Pertamina, Rp24,9 T
+202%
Laba Pupuk Indonesia
3
Emiten berbalik dari rugi
Gulir untuk buka pembukuan
Kontribusi dividen BUMN ke kas negara
Rp 0 T ▲72%
Naik dari Rp81,2 triliun (2023) menjadi sekitar Rp140 triliun pada 2025, menurut riset BUMN Research Group LM FEB UI — salah satu bukti paling konkret dari perbaikan kinerja pelat merah.
01
Siapa yang labanya melonjak paling tajam
ADHI Karyakonstruksi
+667%
Pupuk Indonesiapupuk & petrokimia
+202%
Pelindologistik & pelabuhan
+169%
Pertaminaenergi
+80% · Rp24,9 T
InJourneypariwisata
+33%
BRIperbankan
+15% · Rp21,2 T
Skala batang proporsional terhadap persentase kenaikan, bukan nilai nominal — ADHI Karya melonjak tertinggi secara persentase (dari basis kecil), sementara Pertamina tetap penyumbang laba nominal terbesar.
02
Dari rugi menjadi laba
Krakatau Steel
−Rp981 M→+Rp635 M
Kimia Farma
−Rp160 M→+Rp108 M
Semen Indonesia
−Rp66 M→+Rp106 M
Ketiganya disebut Danantara mendapat dukungan restrukturisasi dan modal dari Danantara Asset Management (DAM). Krakatau Steel turut memangkas utang menjadi US$1,1 miliar.
Laba MIND ID dan Pupuk Indonesia dinilai turut ditopang volatilitas harga komoditas dunia. Sekitar 75% laba BUMN masih ditopang hanya enam emiten besar — pola pareto yang belum banyak bergeser.
Herry Gunawan · NEXT Indonesia Center
Risiko fiskal di balik proyek WTE
Komitmen harga jual listrik yang tinggi pada proyek Waste-to-Energy dinilai berisiko jangka panjang, di tengah rasio investasi terhadap PDB yang berada di titik terendah dalam 10 tahun terakhir.
Christiany E. Paruntu · Komisi VI DPR
Ujian sesungguhnya ada di budaya kerja
Memangkas jumlah entitas usaha dinilai belum jadi jaminan keberlanjutan laba, selama harmonisasi budaya kerja dan proses bisnis pasca-merger belum benar-benar tuntas.
07
Bursa: bertahan lebih baik, belum menang
IDX BUMN20
−25,08%
IDX80
−28,12%
LQ45
−34,67%
IHSG
−34,74%
Koreksi year-to-date hingga akhir semester I/2026. IDX BUMN20 tercatat paling tertahan dibanding tiga indeks acuan lain — tapi tetap berada di zona merah.
Turnaround tersebut memberikan fondasi yang sesuai bagi saham-saham BUMN. Hanya saja, pasar saat ini masih menunggu bukti kelanjutan dalam rangka re-rating valuasi yang lebih tinggi.