Rabu, 29 Jul 2026 - :
2 Jul 2026 - 13:31 | 111 Views | 0 Suka

PMI Manufaktur RI Ambles ke 46,9, Ekonom Desak Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Dunia Usaha

13 mnt baca
  • PMI manufaktur Indonesia turun ke 46,9 pada Juni 2026 dari 50,0 pada Mei.
  • Fakhrul Fulvian menekankan pentingnya kepastian kebijakan dan stimulus penurun biaya produksi seperti diskon tarif listrik 20 persen, sementara Josua Pardede melihat pelemahan ini sebagai respons wajar pelaku usaha atas tekanan permintaan, biaya, dan nilai tukar.
  • Kementerian Perindustrian menurunkan harga gas industri menjadi US$13 per MMBTU mulai 29 Juni 2026 sebagai upaya menekan biaya produksi dan menjaga PMI agar kembali ke jalur ekspansi.
PMI Manufaktur Indonesia Juni 2026 — Infografis
PMI JUNI 46,9 / PMI MEI 50,0 / PHK TERBESAR SEJAK SEP 2021 / INFLASI INPUT TERTINGGI SEJAK 2013 / EKSPOR BARU TERLEMAH SEJAK AGU 2021 / HARGA GAS INDUSTRI TURUN KE US$13/MMBTU /
Purchasing Managers’ Index — Manufaktur Indonesia
46,9
Zona Kontraksi
0 · Kontraksi 50 Ekspansi · 100
Turun dari 50,0 pada Mei, PMI manufaktur RI Juni 2026 mencatat pelemahan paling dalam dalam setahun terakhir — kontraksi kedua dalam tiga bulan.
Selisih dari Mei 2026
−3,1poin
Dari 50,0 menjadi 46,9
Laju PHK Manufaktur
Terbesarsejak
September 2021
Inflasi Biaya Input
Tertinggisejak
September 2013
Pesanan Ekspor Baru
Terlemahsejak
Agustus 2021
01Rantai Tekanan Industri
1
Permintaan Domestik & Ekspor Melemah
Pesanan baru turun untuk pertama kali dalam tiga bulan, dipicu tekanan harga dan daya beli yang menurun.
2
Produksi & Pembelian Bahan Baku Turun
Volume output anjlok paling tajam sejak April 2025; aktivitas pembelian input menyusut empat bulan beruntun.
3
Pemutusan Hubungan Kerja Meningkat
Produsen memangkas tenaga kerja dengan laju tercepat sejak September 2021 seiring pelemahan permintaan.
02Tren Dua Bulan Terakhir
Pergerakan indeks PMI manufaktur Indonesia — ambang 50 memisahkan ekspansi dan kontraksi
MEI
50,0
JUNI
46,9
Nilai di atas 50 menandakan ekspansi, tepat 50 stagnan, dan di bawah 50 menandakan kontraksi aktivitas manufaktur.
03Dua Pandangan Ekonom
Fakhrul Fulvian
Kepala Ekonom · Trimegah Sekuritas
Fokus kepastian kebijakan — mendesak stimulus penurun biaya produksi dan diskon tarif listrik 20% untuk mendongkrak daya beli.
Josua Pardede
Kepala Ekonom · Bank Permata
Fokus tekanan struktural — pelemahan mencerminkan kehati-hatian usaha atas permintaan, biaya, dan kurs, bukan sekadar krisis kepercayaan.
04Suara Para Pihak
Yang dibutuhkan sekarang adalah mengembalikan confidence.
Fakhrul Fulvian — Trimegah Sekuritas, Antara News
Pelaku usaha makin berhati-hati karena permintaan melemah, biaya produksi naik.
Josua Pardede — Bank Permata
Kesehatan sektor manufaktur Indonesia menurun dua kali dalam tiga bulan terakhir.
Usamah Bhatti — S&P Global Market Intelligence
Penurunan harga gas industri ini menjadi angin segar bagi industri.
Febri Hendri Antoni Arief — Juru Bicara Kemenperin
05Respons Kebijakan
A
Harga gas industri dipangkas — dari kisaran US$20–23 menjadi US$13 per MMBTU efektif 29 Juni 2026.
B
Program HGBT diperkuat — Kemenperin mendorong perluasan Harga Gas Bumi Tertentu untuk efisiensi produksi.
C
Optimisme 12 bulan membaik — keyakinan pelaku industri naik ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.
Sumber Data & Riset
S&P Global Market Intelligence (1 Jul 2026) · Antara News (2 Jul 2026) · CNBC Indonesia (1 Jul 2026) · Bisnis.com (1–2 Jul 2026) · Tempo.co (1 Jul 2026) · Liputan6.com (2 Jul 2026) · Viva.co.id (1 Jul 2026) · fxstreet-id.com (1 Jul 2026) · Hotfokus.com (1 Jul 2026)

    Adagia — Kata Bijak
    Latin

    Memuat kutipan…

    Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
    Juli 2026
    S S R K J S M
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
    Bagikan
    Beranda
    Bagikan
    Lainnya
    0%