
27 pihak — akademisi hukum tata negara dan komunitas mahasiswa hukum se-Indonesia — membawa pengangkatan Adies Kadir sebagai hakim Mahkamah Konstitusi ke meja Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta. Ini kisah data di balik perkara Nomor 214/G/2026/PTUN.JKT.
Lima bulan perjalanan sebuah keputusan administratif negara — dari pengesahan kilat di DPR hingga terdaftar sebagai sengketa tata usaha negara.
Menurut kuasa hukum penggugat, dua objek ini tidak berdiri sendiri — keduanya adalah mata rantai dari satu proses yang sama.
Mayoritas penggugat adalah akademisi senior — tetapi hampir sepertiga di antaranya justru datang dari komunitas mahasiswa hukum lintas kampus.
Sebelum CALS, sebuah yayasan lain sudah lebih dulu menggugat Keppres yang sama — dengan alasan hukum yang beririsan namun berjalan sebagai perkara terpisah.