
- Senny Marbun terpilih memimpin APSF 2026–2030 setelah memenangkan pemungutan suara dengan raihan tujuh suara.
- Indonesia akan menjadi pusat transisi kepemimpinan APSF, termasuk pemindahan kantor sekretariat federasi dari Thailand.
- Fokus utama APSF adalah meningkatkan pembinaan olahraga disabilitas, mendukung Asian Para Games 2026, dan menyiapkan ajang atlet muda di masa depan.
Inilahdata.com, Solo – Terpilihnya Senny Marbun sebagai Presiden ASEAN Para Sports Federation (APSF) periode 2026–2030 menjadi momentum baru bagi perkembangan olahraga disabilitas di Asia Tenggara. Tokoh olahraga disabilitas Indonesia itu berhasil memenangkan pemilihan dalam Sidang Umum APSF di Solo setelah meraih tujuh suara dari sebelas negara anggota.

Kepercayaan yang diberikan kepada Senny tidak lepas dari rekam jejaknya dalam membangun olahraga disabilitas Indonesia. Di bawah pembinaan yang semakin kuat, Indonesia berhasil menjadi salah satu kekuatan utama di kawasan dengan torehan tiga gelar juara umum ASEAN Para Games secara beruntun serta peningkatan prestasi di level Paralimpiade.
Dalam kepemimpinannya, Senny berkomitmen membantu negara-negara anggota APSF yang masih menghadapi kendala dalam pembinaan atlet difabel. Ia menilai masih terdapat kesenjangan dalam perhatian terhadap masyarakat penyandang disabilitas di beberapa negara, sehingga diperlukan kolaborasi dan pendampingan yang lebih intensif.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah berbagi pengalaman Indonesia dalam membangun ekosistem olahraga disabilitas, mulai dari pembinaan atlet, penyediaan fasilitas latihan, hingga dukungan pemerintah terhadap komunitas difabel.

Selain itu, APSF juga akan mempersiapkan berbagai agenda penting dalam empat tahun ke depan, termasuk pendampingan menuju Asian Para Games 2026 di Jepang dan ASEAN Para Games 2027 di Malaysia. Federasi juga mulai menggodok rencana penyelenggaraan ajang olahraga khusus atlet muda guna memperkuat regenerasi dan menciptakan lebih banyak talenta baru di kawasan.
Dengan sekretariat APSF yang akan dipindahkan ke Indonesia, kepemimpinan Senny diharapkan mampu memperkuat peran Indonesia sebagai pusat pengembangan olahraga disabilitas di Asia Tenggara.
Susunan APSF Executive Committee 2026–2030 :
Presiden
Senny Marbun (Indonesia)
Wakil Presiden
Dr. Teo-Koh Sock Miang (Singapura) – Sports and Technical Committee
Michael Barredo (Filipina) – Media and Communications Committee
Dr. Than Than Htay (Myanmar) – Medical and Sports Science Committee
H.E. Yi Veasna (Kamboja) – Development and Strategic Management Committee
Sekretaris Jenderal
Sukanti Rahardjo Bintoro (Indonesia)
Bendahara
Ali Yusri Abdul Ghafor (Brunei Darussalam)