Rabu, 10 Jun 2026 - :
7 Jun 2026 - 18:45

Jonatan Christie Gagal Raih Gelar Indonesia Open 2026

2 mnt baca
  • Jonatan Christie kalah dari Victor Lai (Kanada) di final Polytron Indonesia Open 2026.
  • Skor pertandingan: 19-21, 8-21.
  • Jonatan gagal meraih gelar juara di hadapan publik Istora Senayan.
  • Meski kalah, runner-up menjadi pencapaian terbaik Jonatan sepanjang tampil di Indonesia Open.
  • Prestasi terbaik sebelumnya adalah semifinal Indonesia Open 2021.
  • Jonatan mengaku mengalami tekanan dan ketegangan besar sejak awal pertandingan.
  • Victor Lai tampil lebih cepat dan agresif sehingga menyulitkan permainan Jonatan.
  • Kartu kuning yang diterimanya tidak berpengaruh besar terhadap performa.
  • Jonatan berterima kasih kepada para pendukung meski belum mampu memberikan gelar juara.
  • Setelah turnamen, Jonatan akan beristirahat dan menenangkan pikiran sebelum mempersiapkan diri untuk Kejuaraan Dunia dan Asian Games.


Inilahdata.com, Jakarta – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, harus menunda ambisinya meraih gelar juara Polytron Indonesia Open 2026 setelah kalah dari wakil Kanada, Victor Lai, pada partai final yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta.

Jonatan menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 8-21. Kekalahan tersebut membuat pemain yang akrab disapa Jojo itu kembali gagal mengangkat trofi di hadapan publik sendiri.

Meski demikian, pencapaian sebagai runner-up menjadi hasil terbaik Jonatan sepanjang tampil di Indonesia Open. Sebelumnya, prestasi terbaiknya di turnamen level elite tersebut adalah mencapai semifinal pada edisi 2021.

Usai pertandingan, Jonatan menyampaikan apresiasi kepada para pendukung yang telah memberikan dukungan penuh sepanjang turnamen.

“Terima kasih untuk yang sudah dukung saya, maaf saya belum bisa memberikan hasil yang paling maksimal, yaitu medali emas. Tapi ya, ini yang bisa saya lakukan, ini yang bisa saya buat, jadi ya terima kasih banyak,” ujar Jonatan.

Menghadapi Victor Lai yang tampil cepat dan agresif, Jonatan mengakui dirinya mengalami tekanan sejak awal pertandingan. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan mengembangkan permainan, terutama pada gim kedua ketika tertinggal cukup jauh.

“Memang saya merasa ada pressure dari awal main, ketegangannya juga cukup besar. Dan ya, saya rasa saya enggak bisa meng-handle hal tersebut di dalam lapangan tadi,” katanya.

Jonatan juga menegaskan bahwa kartu kuning yang diterimanya dalam pertandingan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap performanya.

Setelah menjalani rangkaian turnamen selama beberapa pekan terakhir, peraih medali emas Asian Games 2018 itu berencana mengambil waktu sejenak untuk beristirahat dan memulihkan kondisi mental sebelum kembali menatap agenda besar berikutnya, yakni Kejuaraan Dunia dan Asian Games.

“Fokusnya saat ini adalah menenangkan pikiran dulu, menjauh sebentar dari bulutangkis, supaya lebih tenang dan membersihkan pikiran setelah tiga minggu pertandingan ini,” ujar Jonatan. (sat)

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
YouTube meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sekaligus mendukung implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP TUNAS terkait perlindungan anak. Meutya Hafid menegaskan masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya agar tetap aman di dunia digital. 
Buku panduan ini disusun bersama Rumah Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para ahli. Tujuannya bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai usia. www.inilahdata.com. #inilahdata #
 photo

GALERY FOTO

GALERY VIDEO

PARTNER

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%