Minggu, 31 Mei 2026 - :
29 Mei 2026 - 16:28 | 58 Views | 1 Suka

BRI Salurkan KUR Rp 65,95 Triliun, Sektor Pertanian Jadi Prioritas Pembiayaan

3 mnt baca

Inilahdata.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tak sekadar menghadirkan akses permodalan, perseroan juga mendorong penguatan sektor usaha produktif agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Sepanjang empat bulan pertama 2026, BRI mencatat penyaluran KUR mencapai Rp65,95 triliun kepada sekitar 1,3 juta debitur di berbagai wilayah Indonesia. Realisasi tersebut kembali menegaskan posisi BRI sebagai bank penyalur KUR terbesar di Tanah Air.

Dari total pembiayaan yang disalurkan, sebagian besar dialokasikan ke sektor produksi dengan porsi mencapai 66,47 persen. Fokus tersebut diarahkan pada bidang usaha yang memiliki dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja serta penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Sektor pertanian menjadi penerima pembiayaan terbesar dengan nilai mencapai Rp27,95 triliun atau sekitar 42,38 persen dari total penyaluran KUR BRI. Besarnya porsi pembiayaan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan perseroan terus memperluas kontribusi terhadap agenda pembangunan pemerintah, khususnya penguatan kemandirian pangan melalui dukungan kepada pelaku usaha sektor produktif.

Selama periode Januari hingga April 2026, program KUR BRI tercatat telah menjangkau sekitar 558 ribu petani serta 23 ribu nelayan di berbagai daerah.

“KUR menjadi instrumen pembiayaan yang tidak hanya memperluas akses modal bagi pelaku usaha mikro dan sektor produktif, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas usaha, penciptaan lapangan kerja, dan perputaran ekonomi di berbagai wilayah,” ujar Akhmad.

BRI menilai sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam menopang stabilitas ekonomi nasional. Karena itu, arah pembiayaan terus diperkuat agar mampu menjangkau lebih banyak petani, nelayan, dan pelaku usaha berbasis pangan.

Selain menyediakan akses modal, pembiayaan KUR diharapkan mampu membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, memperbesar skala bisnis, hingga membuka peluang ekonomi baru di tingkat daerah.

Dalam implementasinya, BRI menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta tata kelola yang baik untuk menjaga kualitas pembiayaan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi perhatian utama mengingat dana KUR bersumber dari penghimpunan dana masyarakat melalui sistem perbankan.

“Penerapan prinsip kehati-hatian menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kredit, terutama karena pembiayaan KUR berasal dari dana masyarakat yang dipercayakan kepada sektor perbankan,” jelas Akhmad.

BRI juga mencatat adanya perkembangan kapasitas usaha para penerima KUR. Hingga April 2026, sebanyak 307 ribu debitur dilaporkan berhasil meningkatkan skala usahanya, atau sekitar 31,96 persen dari target 962 ribu debitur yang ditetapkan perseroan.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa KUR tidak hanya berfungsi sebagai dukungan modal jangka pendek, tetapi juga berperan dalam mendorong pertumbuhan usaha yang lebih berkelanjutan.

Di sisi lain, akses masyarakat terhadap layanan KUR BRI terus mengalami peningkatan. Hingga April 2026, sekitar 19 dari setiap 100 rumah tangga tercatat telah memanfaatkan fasilitas pembiayaan KUR BRI.

Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 18 rumah tangga pada 2025 dan 17 rumah tangga pada 2024. Tren itu dinilai mencerminkan semakin luasnya jangkauan layanan pembiayaan formal bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil.

BRI berpandangan perluasan akses pembiayaan merupakan salah satu kunci penting dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif dan tangguh. Kemudahan akses modal diyakini dapat membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing, memperluas kapasitas produksi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan jaringan layanan yang menjangkau hingga pelosok Indonesia, BRI menempatkan diri sebagai salah satu institusi keuangan yang memiliki peran strategis dalam memperluas inklusi keuangan nasional.

Ke depan, perseroan menyatakan akan terus memperkuat penyaluran pembiayaan ke sektor produktif agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Penulis Berita

KURS

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️

GALERY FOTO

GALERY VIDEO

PARTNER

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%