Minggu, 31 Mei 2026 - :
27 Mei 2026 - 22:09 | 50 Views | 0 Suka

MSCI Ancam Tendang GOTO dari Indeks Global, Likuiditas Saham Disebut Kritis

2 mnt baca

Inilahdata.com – Penyedia indeks global MSCI memberi sinyal keras terhadap saham GOTO. Perusahaan penyusun indeks internasional itu memperingatkan potensi penghapusan saham GOTO dari indeks global apabila masalah likuiditas yang terjadi saat ini tidak kunjung membaik hingga evaluasi Agustus 2026 mendatang.

Dalam pengumuman resminya, MSCI menyatakan akan kembali meninjau posisi GOTO sesuai metodologi MSCI Global Investable Market Indexes.

“Pada peninjauan indeks Agustus 2026, GOTO berpotensi dihapus apabila masih gagal memenuhi persyaratan likuiditas yang berlaku,” tulis MSCI dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).

Terjebak di Harga Minimum

Persoalan likuiditas saham GOTO mulai menjadi perhatian sejak 13 Mei 2026. Saat itu, saham perusahaan teknologi tersebut terus bergerak di level batas bawah perdagangan Rp50 per saham dan bertahan di posisi tersebut hingga penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026).

Kondisi itu dinilai memunculkan persoalan serius dalam proses replikasi indeks karena aktivitas transaksi menjadi sangat minim.

MSCI menilai rendahnya likuiditas tersebut berpotensi menghambat investor besar, terutama institusi global, untuk melakukan transaksi secara normal di pasar.

“Masalah replikasi indeks muncul akibat sangat rendahnya likuiditas saham GOTO yang diperdagangkan pada batas harga minimum Rp50,” tulis MSCI.

Rebalancing Dibekukan

Di tengah tekanan tersebut, MSCI juga memutuskan membekukan proses rebalancing saham GOTO pada peninjauan Mei 2026 yang mulai efektif per 1 Juni 2026.

Pembekuan itu mencakup sejumlah aspek penting seperti jumlah saham beredar atau number of shares (NOS), foreign inclusion factor (FIF), hingga pembatas bobot saham dalam indeks.

Dengan keputusan tersebut, GOTO untuk sementara masih tetap bertahan di MSCI Global Standard Index hingga evaluasi berikutnya pada Agustus 2026.

Investor Asing Disebut Sulit Masuk

Tim riset MNC Sekuritas menilai ancaman MSCI muncul karena investor institusi dan investor asing mulai kesulitan melakukan transaksi akibat tipisnya likuiditas saham.

“Likuiditas yang rendah membuat investor institusi maupun investor asing tidak leluasa melakukan transaksi normal di pasar,” tulis MNC Sekuritas dalam ulasannya.

Hingga berita ini ditulis, pihak GOTO belum memberikan tanggapan resmi terkait peringatan dari MSCI tersebut.

Permintaan konfirmasi juga telah diajukan kepada Penjabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, namun belum memperoleh respons. (**)

Penulis Berita

KURS

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️

GALERY FOTO

GALERY VIDEO

PARTNER

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%