
Inilahdata.com – Bank Indonesia mencatat transaksi pembayaran digital di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang kuartal I-2026. Volume transaksi digital tercatat meningkat 37,69 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga mencapai 14,82 miliar transaksi.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan pertumbuhan tersebut ditopang oleh semakin luasnya penggunaan sistem pembayaran digital di masyarakat.
Menurut Perry, transaksi melalui layanan mobile banking dan internet banking juga terus mengalami peningkatan selama awal tahun ini.
“Volume transaksi melalui aplikasi mobile tumbuh 11,82 persen secara tahunan, sedangkan transaksi internet banking naik 17,13 persen,” ujar Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur BI periode Mei 2026, Selasa (20/5/2026).

Pertumbuhan paling tinggi tercatat pada transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS melonjak hingga 116,43 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Perry menilai lonjakan tersebut dipicu oleh peningkatan jumlah pengguna QRIS dan semakin banyak merchant yang menerima sistem pembayaran berbasis kode QR tersebut.
“Pertumbuhan transaksi QRIS sangat tinggi dan didukung peningkatan jumlah pengguna maupun merchant,” katanya.
Dari sisi infrastruktur sistem pembayaran, BI juga mencatat pertumbuhan transaksi ritel yang diproses melalui layanan BI-FAST.
Sepanjang kuartal I-2026, volume transaksi BI-FAST mencapai 1,4 miliar transaksi atau tumbuh 30,82 persen secara tahunan.
Nilai transaksi yang diproses melalui sistem tersebut tercatat mencapai Rp3.519 triliun.
Sementara itu, transaksi bernilai besar yang diproses melalui sistem BI-RTGS mengalami perlambatan dari sisi volume.
Bank Indonesia mencatat volume transaksi BI-RTGS turun tipis 0,2 persen menjadi 2,46 juta transaksi. Meski demikian, nominal transaksi melalui layanan tersebut masih tumbuh 11,26 persen secara tahunan menjadi Rp51.490 triliun.
Selain transaksi digital, Bank Indonesia juga melaporkan uang kartal yang diedarkan (UYD) tetap mengalami peningkatan.
Pada kuartal I-2026, nilai uang kartal yang beredar tumbuh 8,59 persen menjadi Rp1.347 triliun.
Perry menegaskan pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital di Indonesia tetap terjaga di tengah dukungan sistem pembayaran yang dinilai aman dan lancar.
“Pertumbuhan ekonomi dan transaksi digital pada triwulan pertama 2026 tetap kuat karena didukung sistem pembayaran yang stabil dan andal,” ujar Perry. (**)