Sabtu, 12 Sep 2026 - :
13 Agu 2026 - 18:43 | 89 Views | 1 Suka

3 ABK RI Kena Serangan Drone Houthi, 1 Dikabarkan Tewas 

9 mnt baca

Inilahdata.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akhirnya memastikan kabar yang sempat beredar sebelumnya: tiga anak buah kapal (ABK) asal Indonesia turut menjadi korban dalam serangan drone yang menghantam kapal di Selat Bab Al-Mandeb, Yaman, Selasa (11/8).

Kepastian ini melengkapi informasi awal yang belum menyebutkan secara rinci kapal mana yang diserang.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengonfirmasi bahwa ketiga WNI tersebut adalah awak MV Tihamah, kapal yang diserang saat sedang bersandar di Pelabuhan Bab Al-Mandeb.

Dari tiga ABK itu, kondisinya berbeda-beda: satu orang hanya mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak sampai memerlukan perawatan rumah sakit, sementara satu lainnya menderita luka yang lebih serius dan kini sedang dirawat di rumah sakit.

Adapun nasib ABK ketiga masih menyisakan tanda tanya. Beberapa media internasional sempat melaporkan bahwa satu WNI meninggal dunia dalam insiden tersebut, tetapi Kemlu belum bisa memastikan kebenaran kabar itu.

“KBRI Muscat di Oman masih terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Yaman dan pihak terkait untuk memperoleh informasi lebih lanjut,” ujar Heni dalam pernyataan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/8).

Diserang Saat Bersandar di Pintu Masuk Laut Merah

Menurut Heni, serangan yang diyakini dilakukan kelompok Houthi itu terjadi ketika MV Tihamah sedang berlabuh di Pelabuhan Bab Al-Mandeb.

Lokasi ini bukan sembarang titik, pelabuhan tersebut berada tepat di pintu masuk Laut Merah, jalur pelayaran vital yang menghubungkan jalur dagang Timur Tengah dengan Eropa.

Kapal itu sendiri membawa 11 orang awak, terdiri dari delapan ABK asal Pakistan dan tiga ABK asal Indonesia.

Di sisi lain, Kementerian Transportasi Yaman melaporkan data yang lebih berat: dari insiden ini, tercatat empat ABK meninggal dunia, dan salah satu korban jiwa itu berasal dari Indonesia, sebuah angka yang bila benar akan mengonfirmasi kabar duka yang sebelumnya baru bersumber dari pemberitaan asing.

Menghadapi situasi ini, Kemlu menegaskan akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi memastikan perlindungan bagi para ABK, mulai dari penanganan medis atas luka yang dialami hingga menyiapkan fasilitasi kepulangan begitu kondisi memungkinkan.

“KBRI juga terus berkomunikasi dengan keluarga para WNI terdampak serta memberikan fasilitasi dan pendampingan yang diperlukan,” kata Heni.

Serangan Berlanjut Saat Proses Evakuasi

Kementerian Transportasi Yaman, dalam keterangan resminya, menyebut serangan misil balistik oleh Houthi terhadap MV Tihamah terjadi pada Selasa (11/8).

Kapal yang mengangkut muatan pangan itu dilaporkan terbakar akibat serangan, dengan total korban mencapai empat orang tewas dan empat orang luka-luka.

Yang membuat insiden ini semakin memprihatinkan, kementerian tersebut mencatat bahwa serangan misil tidak berhenti begitu saja, justru berlanjut ketika tim penyelamat sedang berupaya mengevakuasi korban yang terluka di atas kapal.

Pola serangan seperti ini dinilai bertujuan memaksimalkan jumlah korban sekaligus mempersulit upaya pertolongan.

“Serangan ini menunjukkan ancaman langsung kepada pasokan pangan dan barang konsumen untuk jutaan warga Yaman,” demikian pernyataan resmi Kementerian Transportasi Yaman yang dikutip Rabu (12/8).

Pihaknya juga menyoroti dampak lebih luas dari serangan terhadap jalur distribusi kebutuhan pokok warga Yaman yang sudah lama bergantung pada bantuan dan pasokan lewat jalur laut. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%