
Inilahdata.com – Upaya pencarian delapan orang yang hilang kontak, termasuk lima jurnalis yang sedianya hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), masih terus berlangsung.
Di tengah proses tersebut, personel TNI Angkatan Laut yang bertugas di Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer melaporkan penemuan sebuah pelampung berwarna oranye beserta life jacket, yang kini dalam proses evakuasi untuk diperiksa lebih lanjut.
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banten, Letkol Laut (P) Wawan Subagyo, membenarkan bahwa temuan tersebut didapati personel KAL Anyer pada pukul 15.10 WIB, Kamis (10/9), di perairan sisi barat Anyer, Banten.
Meski begitu, Wawan menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah temuan ini akan menjadi titik terang bagi pencarian delapan orang yang hilang, termasuk lima jurnalis yang belum diketahui keberadaannya sejak hilang kontak.
“Selanjutnya akan dibawa ke posko SAR gabungan di sini untuk selanjutnya proses identifikasi,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di posko pencarian yang berlokasi di Pantai Carita, Banten.
Menurut penjelasan Wawan, lokasi penemuan di sisi barat Anyer itu berjarak kurang lebih 20 mil laut dari sisi timur laut Gunung Anak Krakatau. Ia meminta semua pihak untuk bersabar menanti hasil identifikasi resmi dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan.
“Jadi tidak ada yang berspekulasi ataupun diharapkan tidak ada yang membuat statement sebelum hasil resmi identifikasi dari temuan yang diperoleh tersebut,” tegasnya.
Secara lebih rinci, pelampung berwarna oranye itu ditemukan mengambang di perairan Cikoneng-Labuan, yang masih berada dalam cakupan wilayah Anyer. Barang bukti tersebut saat ini tengah melalui proses serah terima antara personel KAL Anyer dan tim Basarnas.
“Saat ini dari pihak rekan-rekan Basarnas dan personil dari KAL Anyer sedang proses melaksanakan proses serah terima dari barang yang telah ditemukan tadi,” kata Wawan menambahkan.
Penemuan ini terjadi di tengah operasi pencarian yang masih berjalan terhadap rombongan jurnalis dan awak kapal yang kehilangan kontak saat hendak meliput fenomena erupsi GAK. Menurut rencana, proses pencarian akan terus dilanjutkan hingga satu pekan ke depan.
Wawan pun berharap hasil identifikasi barang bukti bisa segera diketahui, mengingat temuan ini menyangkut nasib rekan-rekan jurnalis yang tengah dicari.
“Jadi nanti ditunggu hasilnya, apakah nanti pada malam ini ataupun besok pagi selesai untuk hasil identifikasi. Kami tidak bisa membuat statement ataupun identifikasi yang sembarangan. Karena ini berkaitan dengan rekan-rekan kita semua dari jurnalis,” pungkasnya. (**)
Halaman : 1 2