Rabu, 29 Jul 2026 - :
16 Jul 2026 - 20:27 | 72 Views | 0 Suka

Untuk Pertama Kali dalam 10 Tahun, Hong Kong Salip Singapura sebagai Investor Terbesar RI

17 mnt baca
  • Hong Kong salip Singapura di kuartal II-2026, untuk pertama kali dalam 10 tahun, dengan investasi US$5,5 miliar, didorong derasnya modal China yang masuk lewat Hong Kong.
  • Secara kumulatif semester I, Singapura masih memimpin (US$8,8 miliar vs Hong Kong US$7,6 miliar), namun BKPM menegaskan data ini mencatat “negara pintu masuk modal”, bukan pemilik manfaat sebenarnya, sebagian besar tetap bersumber dari China.
  • Realisasi investasi semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun (tumbuh 7,2%), dengan Maluku Utara mengejutkan sebagai provinsi tujuan PMA terbesar di kuartal II berkat proyek hilirisasi mineral.

Inilahdata.com – Peta investasi asing ke Indonesia berubah arah pada kuartal kedua 2026. Setelah lebih dari satu dekade Singapura tak tergoyahkan di puncak, giliran Hong Kong yang naik ke posisi teratas sebagai penyumbang modal asing terbesar ke Tanah Air.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani mengumumkan pergeseran itu saat melaporkan realisasi investasi semester I-2026 kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, lonjakan modal dari Hong Kong tidak lepas dari makin agresifnya pelaku usaha China menanamkan uang mereka lewat wilayah administratif khusus itu.

“Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, China investasinya lebih agresif melalui Hong Kong, sehingga tempat pertama dari investasi di kuartal kedua ini ditempati oleh Hong Kong,” ujar Rosan.

Sepanjang April–Juni 2026, nilai investasi asal Hong Kong tercatat US$5,5 miliar, menggeser Singapura yang membukukan US$4,2 miliar. China menyusul di posisi ketiga dengan US$1,7 miliar, diikuti Jepang US$900 juta dan Malaysia US$700 juta.

Di luar lima besar itu, Korea Selatan dan Belanda masih masuk jajaran negara dengan kontribusi investasi terbesar ke Indonesia.

Bukan Berarti Singapura Tersalip di Semester I

Yang menarik, pergeseran ini baru tampak jika dilihat per kuartal, bukan secara kumulatif.

Untuk akumulasi semester I-2026 (Januari–Juni), Singapura sejatinya masih memuncaki daftar investor asing dengan nilai US$8,8 miliar, disusul Hong Kong US$7,6 miliar, China US$3,9 miliar, Jepang US$1,9 miliar, dan Amerika Serikat US$1,7 miliar.

Kelima negara itu menyumbang sekitar 77,8 persen dari seluruh penanaman modal asing (PMA) yang masuk sepanjang semester tersebut.

Artinya, kemenangan Hong Kong baru terjadi di kuartal kedua saja, namun justru di situlah letak sinyalnya. Pada kuartal I-2026, Singapura masih unggul telak dengan US$4,6 miliar.

Sementara Hong Kong baru US$2,7 miliar dan China US$2,2 miliar. Jika kedua kontributor asal China itu (Hong Kong dan China daratan) digabung, nilainya sudah nyaris menyamai Singapura sejak awal tahun.

Lonjakan pada kuartal II lah yang akhirnya membuat Hong Kong benar-benar melampaui Singapura secara individual, bukan cuma gabungan.

Rosan juga mengingatkan bahwa data asal investasi yang dicatat BKPM merujuk pada negara tempat modal itu masuk pertama kali (immediate investing country), bukan negara asal pemilik manfaat sesungguhnya (ultimate beneficial owner).

Dengan kata lain, dana yang tercatat berasal dari Hong Kong belum tentu sepenuhnya milik entitas Hong Kong.

“Kalau yang dari Hong Kong ini sebetulnya tetap asalnya kebanyakan memang dari China juga,” kata Rosan, seraya menambahkan pola serupa juga berlaku untuk Singapura dan Malaysia yang selama ini menjadi hub investasi regional bagi modal dari negara ketiga.

Tiga Alasan Investor Masih Betah di RI

Rosan memaparkan tiga faktor utama yang menurutnya membuat realisasi investasi terus tumbuh: stabilitas nasional, tingkat pengembalian investasi yang menarik, dan kepastian perizinan yang membaik.

Dibanding negara-negara ASEAN lain, kata dia, Indonesia dinilai investor lebih stabil dari sisi pertumbuhan ekonomi, politik, maupun sosial, faktor krusial bagi investasi asing langsung (FDI) yang sifatnya jangka panjang.

“Jadi mereka juga ingin memastikan, ‘oh kita investasi bukan jangka waktu satu, dua, lima, sepuluh tahun, tapi sebisanya selamanya mungkin.’ Sehingga faktor kestabilan menjadi hal kunci utama,” ungkapnya.

Soal kepastian perizinan, Rosan menyinggung terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko sebagai salah satu pendorong kepercayaan investor.

Aturan ini memperkenalkan skema Service Level Agreement (SLA) yang mematok tenggat waktu pasti untuk tiap jenis izin, lengkap dengan mekanisme “fiktif positif”, izin otomatis dianggap terbit begitu tenggat waktu terlampaui tanpa ada keputusan dari otoritas terkait.

“Itu sangat diapresiasi oleh para asosiasi di luar negeri dan di dalam negeri, dan juga para potensial investor dan investor yang sudah ada. Karena itu memberikan kepastian dari segi perizinan. Oh sekarang kalau mereka apply izin A, mereka tahu misalnya di 10 hari ya 10 hari izinnya keluar,” jelas Rosan.

Rosan juga sempat meminta 15 hari izinnya keluar.

“Minta 15 hari ya 15 hari izinnya keluar. Karena sekarang kami di Menteri Investasi, kita kan sebetulnya sebagai window saja nih. Perizinan masuk ke kami, kami serahkan kepada kementerian A misalnya untuk diproses kemudian kembali ke kami baru kami keluarkan izinnya.”

PP tersebut juga melonggarkan sejumlah ketentuan modal bagi PMA, nilai investasi minimum tetap Rp10 miliar, tapi modal disetor di awal cukup 25 persen atau sekitar Rp2,5 miliar dengan syarat mengendap setahun, serta memangkas daftar bidang usaha yang tertutup bagi asing dari sebelumnya jauh lebih banyak menjadi sekitar 37–40 bidang saja.

Realisasi Semester I Tembus Rp1.010,6 Triliun

Secara keseluruhan, realisasi investasi Januari, Juni 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dibanding periode sama tahun 2025. Capaian ini setara 49,5 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp2.041,3 triliun.

Komposisinya nyaris seimbang antara penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp502,9 triliun (49,8 persen) dan penanaman modal asing (PMA) Rp507,6 triliun (50,2 persen).

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, investasi semester I-2026 menyerap 1.448.862 pekerja, naik sekitar 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Secara spasial, kontribusi Pulau Jawa dan luar Jawa juga nyaris berimbang: realisasi di Jawa mencapai Rp502,8 triliun (49,8 persen, tumbuh 7,7 persen secara tahunan), sementara luar Jawa mencatat Rp507,8 triliun (50,2 persen, tumbuh 6,7 persen).

Lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar adalah DKI Jakarta (Rp173,6 triliun/17,2 persen), Jawa Barat (Rp138,1 triliun/13,7 persen), Jawa Timur (Rp72,7 triliun/7,2 persen), Sulawesi Tengah (Rp68,7 triliun/6,8 persen), dan Banten (Rp66,3 triliun/6,6 persen).

Khusus untuk PMA di kuartal II-2026, ada temuan menarik: Maluku Utara, bukan Jakarta, justru menjadi provinsi tujuan investasi asing terbesar, dengan nilai mencapai Rp39,5 triliun.

Rosan menyebut lonjakan ini terkait derasnya investasi hilirisasi mineral di wilayah tersebut. Setelah Maluku Utara, tujuan PMA terbesar berikutnya adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan Jawa Timur, dengan Sulawesi Tengah sendiri menyumbang sekitar 13,3 persen dari total PMA kuartal II.

“Perubahan komposisi investor dan meningkatnya investasi di wilayah berbasis hilirisasi seperti Maluku Utara menunjukkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi industri pengolahan dan mineral masih terus menguat di tengah ketidakpastian ekonomi global,” tandas Rosan.

Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya masih menjadi subsektor dengan realisasi investasi terbesar pada kuartal II-2026, mencapai Rp81 triliun atau sekitar 15,8 persen dari total investasi kuartalan, diikuti sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi (Rp57,3 triliun), serta pertambangan (Rp53,1 triliun). (**)

Sumber: Paparan pers Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani di Istana Kepresidenan, Kamis (16/7/2026); Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM; Antara News; CNBC Indonesia; Bisnis.com; TopBusiness.id; JDIH BKPM.

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%