Minggu, 31 Mei 2026 - :
25 Mei 2026 - 10:33 | 123 Views | 0 Suka

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.187, Bursa Asia Kompak Hijau

3 mnt baca

Inilahdata.comIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (25/5/2026) dengan pergerakan positif. Hingga pukul 09.01 WIB, IHSG naik 25,61 poin atau 0,42 persen ke posisi 6.187, sejalan dengan penguatan mayoritas bursa saham Asia.

Sentimen optimistis tampak mendominasi perdagangan pagi di kawasan Asia. Sejumlah indeks utama tercatat bergerak di zona hijau, di antaranya Nikkei 225 dan Topix dari Jepang, TW Weighted Index Taiwan, PSEi Filipina, Straits Times Singapura, hingga indeks saham China seperti Shanghai Composite, CSI 300, dan Shenzhen Composite.

Data perdagangan di Bursa Efek Indonesia menunjukkan volume transaksi mencapai 1,66 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp796 miliar. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 99.546 kali.

Pada awal sesi, sebanyak 385 saham bergerak menguat, sementara 115 saham terkoreksi dan 183 saham lainnya stagnan.

BRI Danareksa: IHSG Berpeluang Technical Rebound

BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG saat ini telah memasuki area support penting di kisaran 5.900–6.000, sehingga membuka peluang terjadinya technical rebound.

Dalam risetnya, BRI Danareksa memperkirakan pergerakan IHSG masih akan terbatas dengan level support di area 6.100 dan resistance pada 6.400.

Pelaku pasar juga masih menyoroti wacana sentralisasi ekspor komoditas strategis. Investor disebut masih menunggu kejelasan mengenai mekanisme dan implementasi kebijakan tersebut karena hingga kini memunculkan beragam tafsir di pasar.

Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa merekomendasikan saham CPIN, HRTA, dan ESSA.

Wall Street Menguat, Isu Perdamaian AS-Iran Jadi Sorotan

Dari pasar global, Phintraco Sekuritas menyampaikan bahwa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Penguatan tersebut didorong harapan adanya perkembangan positif dalam upaya perdamaian konflik di Timur Tengah.

Penurunan harga minyak dunia juga menjadi faktor pendukung pasar setelah muncul laporan mengenai negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi mengakhiri konflik. Kondisi itu dinilai mampu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.

Selain itu, perhatian investor tertuju pada pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait penyusunan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Media pemerintah Iran juga melaporkan puluhan kapal telah melintas di kawasan tersebut di bawah pengawasan Iran.

Phintraco menilai perkembangan negosiasi AS-Iran serta dampaknya terhadap harga minyak masih akan menjadi faktor penting yang memengaruhi pasar global dalam waktu dekat.

Adapun saham pilihan Phintraco Sekuritas meliputi UNVR, BBRI, ESSA, WIFI, MBMA, dan ADRO.

CGS dan Panin Beri Proyeksi Berbeda untuk IHSG

Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia menilai penguatan Wall Street dan kenaikan sejumlah harga komoditas dapat menjadi sentimen positif bagi pasar domestik.

Meski demikian, CGS juga menyoroti sejumlah faktor negatif, seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan masih berlanjutnya aksi jual investor asing. Klarifikasi terkait penundaan implementasi Badan Ekspor Tunggal juga dinilai masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Dalam proyeksinya, CGS memperkirakan IHSG bergerak variatif dengan kecenderungan melemah pada rentang support 6.060–5.960 dan resistance 6.265–6.365.

Saham yang direkomendasikan CGS untuk dicermati meliputi EXCL, MYOR, HRTA, CPIN, MAPI, dan TINS.

Di sisi lain, Panin Sekuritas memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Optimisme tersebut didorong ekspektasi pembukaan kembali Selat Hormuz, pergerakan rupiah yang dinilai lebih stabil, serta ruang koreksi pasar yang dianggap relatif terbatas. (**)

Penulis Berita

KURS

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️

GALERY FOTO

GALERY VIDEO

PARTNER

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%