Sabtu, 12 Sep 2026 - :
20 Agu 2026 - 15:58 | 57 Views | 0 Suka

Trauma Belum Reda, Warga Flores Pilih Bertahan di Tenda meski Gempa Susulan Melandai

10 mnt baca

Inilahdata.com – Lebih dari tiga ribu kali. Itulah jumlah gempa susulan yang tercatat menggoyang Flores, Nusa Tenggara Timur, sejak gempa utama bermagnitudo 7,7 menghantam wilayah itu pada Sabtu (15/8/2026) dini hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Rabu (19/8/2026), rentetan guncangan susulan itu telah mencapai 3.002 kali, dengan kekuatan terbesar M6,2.

Meski angkanya terdengar mengkhawatirkan, BMKG meminta masyarakat tidak perlu panik. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa rentetan getaran ini adalah bagian dari proses alami kerak bumi menyesuaikan diri usai pelepasan energi besar dari gempa utama. Ia merinci, kekuatan gempa susulan bervariasi mulai dari M1,1 hingga M6,2.

“Sebanyak 86 kali gempa susulan yang dilaporkan langsung oleh masyarakat. Terdapat 25 kejadian (gempa susulan) dengan magnitude 5,0 atau lebih,” ujar Nelly dalam siaran pers yang dikutip Kamis (20/8/2026).

Gempa utama M7,7 itu sendiri, menurut hasil analisis BMKG, bersumber dari aktivitas sesar naik (thrust fault) di zona Flores Back-Arc Thrust, dengan episenter di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo pada kedalaman dangkal 15 kilometer.

Kombinasi kedalaman yang dangkal dan lokasi yang dekat dengan permukiman inilah yang membuat guncangannya terasa begitu merusak.

Menariknya, sejumlah ahli kegempaan menilai karakter dan lokasi gempa ini mirip dengan gempa Flores M7,5 yang pernah terjadi pada 1992, bencana yang saat itu turut memicu tsunami mematikan.

BMKG bahkan menyebut zona busur belakang Flores masih menyimpan potensi gempa maksimum hingga M7,8-M7,9.

Tren Melandai, tapi Belum Boleh Lengah

Kabar yang sedikit melegakan datang dari pembacaan grafik aktivitas kegempaan. BMKG menyatakan tren gempa susulan secara umum sudah menunjukkan pola peluruhan atau penurunan, dan diperkirakan akan mencapai tingkat yang relatif rendah dalam 21 hingga 30 hari ke depan, atau sekitar akhir September 2026.

Meski begitu, BMKG mengingatkan bahwa proyeksi ini bukan jaminan gempa akan benar-benar berhenti setelah tanggal tersebut. Sementara di lapangan, rasa waswas warga jauh lebih sulit diredakan ketimbang grafik seismograf.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banyak warga di Pulau Flores masih memilih menginap di tenda-tenda darurat yang mereka dirikan sendiri di halaman rumah, meski kondisi di sekitar permukiman mereka sebenarnya sudah relatif kondusif. Trauma pascaguncangan besar membuat mereka belum berani kembali tidur di dalam rumah.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, yang sempat menyambangi para penyintas di Desa Peozaka Ramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende pada Rabu (19/8/2026), menegaskan gempa susulan memang lazim terjadi pasca gempa besar, namun kekuatannya secara umum akan lebih kecil dari gempa utama.

“Jangan panik, tetapi tetap waspada… gempa-gempa itu tidak sebesar gempa utama,” katanya. Ia juga menepis isu potensi tsunami susulan yang sempat beredar di tengah masyarakat, dengan menegaskan hal itu tidak berdasar secara keilmuan.

Suharyanto meminta warga yang rumahnya sudah dinyatakan aman agar tidak lagi merasa cemas berlebihan, namun tetap melarang siapa pun memasuki bangunan yang telah rusak sebelum ada penetapan resmi dari pihak berwenang.

BNPB juga mewanti-wanti agar getaran-getaran kecil yang masih dirasakan tidak lantas dijadikan alasan panik, melainkan disikapi dengan langkah mitigasi standar: menjauh dari bangunan berisiko dan mengikuti prosedur keselamatan yang telah disosialisasikan petugas di lapangan.

Korban Bertambah, Bantuan Terus Mengalir

Di sisi kemanusiaan, angka korban jiwa terus merangkak naik. BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 71 orang per Rabu (19/8/2026) pukul 16.00 WIB, dengan satu tambahan korban baru dilaporkan dari Kabupaten Nagekeo.

Sebagai gambaran skala bencana, laporan-laporan sebelumnya mencatat jumlah korban sempat berada di kisaran 47-53 jiwa pada hari-hari awal pascagempa, sebelum terus bertambah seiring proses pencarian dan evakuasi berlanjut di sejumlah kabupaten terdampak seperti Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Dari sisi logistik, total bantuan yang telah disalurkan mencapai 398 ton dalam periode 15-18 Agustus 2026. Jalur darat masih menjadi tulang punggung distribusi bantuan dari titik logistik menuju lokasi-lokasi pengungsian, dengan penyaluran dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi geografis dan akses jalan yang tidak semuanya mulus pascagempa.

Pemerintah juga mengoptimalkan jalur laut untuk menjangkau daerah yang lebih sulit diakses. Pada Selasa (18/8/2026), KRI Bung Hatta diberangkatkan dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pelabuhan Reok di Kabupaten Manggarai, membawa paket bantuan BNPB berupa sembako, tenda keluarga, tenda pengungsi, dan sumbangan dari berbagai elemen masyarakat.

Sementara itu, jumlah total pengungsi per data pemutakhiran Rabu (19/8/2026) pukul 16.00 WIB tercatat sebanyak 59.647 jiwa, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten Manggarai, yakni 20.333 jiwa.

Dampak gempa juga sempat melumpuhkan sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RS Pratama Rajad dan RS Aeramo, serta merusak tiga puskesmas, memaksa tenaga medis bekerja dalam kondisi darurat, termasuk menangani tindakan operasi di ruang-ruang seadanya dekat pintu masuk fasilitas kesehatan yang rusak.

Dengan tren gempa susulan yang mulai melandai namun belum sepenuhnya reda, dan proses pemulihan yang masih berjalan di berbagai lini, dari logistik, kesehatan, hingga psikologis warga, pekan-pekan mendatang akan menjadi fase krusial bagi Flores untuk berangsur bangkit dari salah satu bencana gempa paling serius yang melanda Indonesia sepanjang 2026. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%