Inilahdata.com – Data Sistem Informasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) milik Kementerian Kehutanan menunjukkan lonjakan jumlah titik panas atau hotspot pada Jumat (21/8/2026). Kenaikan ini beriringan dengan prakiraan Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan telah berada pada level tidak sehat hingga berbahaya.
Sehari sebelumnya, Kamis (20/8/2026), Kementerian Kehutanan sempat melaporkan total 950 titik panas, turun tajam 56,2% dibandingkan hari sebelumnya. Data itu muncul di tengah kabar meluasnya kebakaran hutan dan lahan serta semakin pekatnya asap di beberapa wilayah Kalimantan, sehingga sempat memunculkan kesan situasi mulai membaik.
Namun tren tersebut berbalik arah. Berdasarkan pemantauan Bloomberg Technoz pada pukul 18.54 WIB, Sipongi mencatat data dari Satelit Terra-Aqua milik NASA yang menunjukkan total titik panas di seluruh Indonesia melonjak menjadi 1.567 titik. Dari jumlah tersebut, 322 titik di antaranya memiliki tingkat keyakinan tinggi (high confidence), dan mayoritas terdeteksi di Pulau Kalimantan (Borneo).
Kualitas Udara Tetap Buruk Meski Langit Terlihat Cerah
Petugas Manggala Agni Kementerian Kehutanan sempat melaporkan kondisi terkini sejumlah kota besar di Kalimantan, yakni Pontianak, Banjarmasin, Singkawang, Palangkaraya, dan Pangkalan Bun. Laporan yang dicatat sekitar pukul 10.42 WIB itu menyebutkan langit di kota-kota tersebut dalam kondisi cerah, tanpa selimut kabut seperti yang banyak beredar di berbagai video.
Namun gambaran itu tidak sejalan dengan data resmi. Berdasarkan pemantauan laman Deputi Bidang Klimatologi BMKG, kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan sudah masuk kategori kuning atau Tidak Sehat, dengan konsentrasi partikel PM2.5 berkisar 55,5 hingga 150,4 mikrogram per meter kubik, hingga kategori merah atau Sangat Tidak Sehat, dengan PM2.5 mencapai 150,5 sampai 250,4 mikrogram per meter kubik.
Bahkan, satu wilayah di Kalimantan sudah masuk kategori hitam atau Berbahaya, yakni ketika PM2.5 melampaui 250,5 mikrogram per meter kubik. Wilayah tersebut adalah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Sembilan wilayah di Pulau Kalimantan tercatat masuk kategori Sangat Tidak Sehat (merah): di Kalimantan Barat meliputi Kayong Utara, Pontianak, Kubu Raya, Landak, Sanggau, dan Sekadau; sementara di Kalimantan Tengah meliputi Barito Selatan, Palangkaraya, dan Pulang Pisau.
Sementara itu, wilayah yang kualitas udaranya berada pada kategori Tidak Sehat (kuning) mencakup Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Singkawang, Melawi, Mempawah, Sambas, dan Sintang di Kalimantan Barat; Barito Utara, Gunung Mas, Katingan, Kotawaringin Timur, Lamandau, Murung Raya, dan Seruyan di Kalimantan Tengah; serta Kutai Barat di Kalimantan Timur.
Catatan redaksi: Materi sumber berupa data pemantauan Sipongi, BMKG, dan Bloomberg Technoz, tanpa pernyataan langsung narasumber, sehingga tidak terdapat kutipan yang dapat dicantumkan pada artikel ini.
Halaman : 1 2