
Inilahdata.com – Presiden Rusia Vladimir Putin memuji apa yang ia sebut sebagai “para pahlawan” militer negaranya yang belakangan mengintensifkan serangan ke sejumlah target di Ukraina.
Ia menilai serangan-serangan itu efektif dan tepat waktu, sembari mengakui bahwa aksi balasan dari pihak Ukraina turut menimbulkan kerugian ekonomi bagi Rusia.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam wawancara dengan reporter televisi pemerintah, Pavel Zarubin, yang tayang Sabtu waktu setempat.
Komentar itu muncul di tengah eskalasi saling serang kedua negara terhadap fasilitas infrastruktur. Pada malam hari, rentetan serangan drone Ukraina menghantam kilang minyak dan gudang milik perusahaan e-commerce besar di wilayah Samara, jauh di dalam teritori Rusia.
Putin menyebut serangan tersebut menimbulkan kerugian bagi negaranya, namun ia menegaskan tidak ada dan tidak akan ada titik balik dalam konfrontasi dengan Rusia.
“Tidak ada titik balik dalam konfrontasi dengan Rusia yang bisa terjadi,” tegasnya.
Serangan terbaru ini terjadi menjelang peringatan 35 tahun kemerdekaan Ukraina pada Senin, momen yang juga menandai 4,5 tahun sejak invasi skala penuh Rusia dimulai.
Anggota “Koalisi yang Bersedia” yang digagas Prancis dan Inggris dijadwalkan berkumpul di Kyiv pada hari yang sama.
Soal peluang diplomasi, Putin mengklaim Rusia tetap terbuka untuk berunding, tetapi menyebut sejumlah usulan dari Kyiv dan para pendukungnya sebagai hal yang tidak dapat diterima.
Bahkan di beberapa titik dinilainya aneh, menegaskan kembali sikap Moskow yang sudah lama dipegang bahwa dialog hanya bisa berlandaskan realitas di lapangan.
Di sisi militer, Staf Umum Ukraina menyatakan pasukannya menghantam kilang minyak Novokuybyshevsk milik Rosneft PJSC di Samara, fasilitas yang berjarak sekitar 900 kilometer dari perbatasan Ukraina, dengan gambar-gambar di media sosial memperlihatkan kepulan asap hitam.
Pada hari yang sama, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengungkapkan pasokan bensin domestik tengah ketat.
Interfax turut melaporkan, mengutip Ozon Holdings, perusahaan e-commerce terbesar kedua Rusia, bahwa pusat logistik di kawasan yang sama ikut terbakar, memaksa sekitar 500 karyawan dievakuasi dan menyebabkan sejumlah orang terluka.
Gubernur Samara Vyacheslav Fedorishchev menyebut wilayahnya menjadi sasaran serangan drone berskala besar yang turut mengenai gudang Ozon.
Sejak pertengahan Juli, serangan Ukraina terhadap gudang-gudang Rusia, banyak di antaranya milik raksasa e-commerce Wildberries, kian gencar, dengan belasan fasilitas dari Rusia selatan hingga wilayah Ural sudah terdampak.
Berdasarkan estimasi media Rusia yang mengacu pada analisis sejumlah pakar, Wildberries, yang kerap dijuluki “Amazon-nya Rusia”, diperkirakan sudah kehilangan setidaknya 17% kapasitas gudangnya.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia melalui Telegram menyatakan pasukannya menyerang depo lokomotif di distrik Darnytsia (Kyiv), pusat logistik di Brovary, serta gudang dan tangki bahan bakar di pelabuhan Chornomorsk dan Pivdennyi, Ukraina.
Putin menyebut rangkaian serangan itu bertujuan melemahkan kemampuan angkatan bersenjata Ukraina dalam mengirim peralatan dan amunisi ke garis depan.
Direktur Utama operator kereta api negara Ukrzaliznytsia, Oleksandr Pertsovskyi, mengonfirmasi lewat unggahan Facebook bahwa fasilitas kereta di Darnytsia terkena serangan dan menewaskan seorang karyawan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, melalui platform X, menyebut sejumlah wilayah lain, Odesa, Dnipro, Kharkiv, Donetsk, Sumy, Kherson, Chernihiv, dan Mykolaiv, turut diserang pada Jumat malam hingga dini hari.
Akibat dari serangan itu, kerusakan menimpa bangunan tempat tinggal, infrastruktur energi dan kereta api, hingga tempat usaha warga sipil.
Yang paling menyita perhatian adalah serangan drone “double-tap” Rusia pada siang hari Jumat terhadap sebuah pusat perbelanjaan di Kryvyi Rih, kota kelahiran Zelenskyy.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha, lewat akun media sosialnya, menyebut serangan itu sengaja menargetkan pusat perbelanjaan biasa dan kembali menghantam saat tim penyelamat tiba di lokasi, pola yang ia gambarkan sebagai teror murni.
Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Zelenskyy, sedikitnya 16 orang tewas dan 130 orang terluka, termasuk 23 anak-anak, akibat kebakaran hebat yang meluas hingga area seluas 9.000 meter persegi.
Belum berhenti di situ, serangan drone dan rudal baru Rusia, termasuk rudal balistik di wilayah Kyiv, dilaporkan para pejabat menewaskan sedikitnya tujuh orang lagi pada Sabtu.
Di tengah situasi ini, Menteri Pertanian Rusia menyampaikan bahwa Moskow tengah menyiapkan langkah dukungan bagi produsen biji-bijian, menyusul gangguan jalur ekspor akibat serangan drone Ukraina.
Putin sendiri menepis kekhawatiran bakal terjadi kelangkaan di pasar biji-bijian global, meski tak merinci bagaimana Rusia akan mempertahankan volume ekspornya.
Ia hanya menyebut pihaknya tengah menghadapi sejumlah kendala ekspor namun optimistis bisa mengatasinya. (**)
Halaman : 1 2