Kamis, 08 Okt 2026 - :
21 Sep 2026 - 14:19 | 67 Views | 0 Suka

Pengusaha WNI Diduga Pakai Uang Palsu di Kasino Singapura

12 mnt baca
Dugaan peredaran uang palsu, Resorts World Sentosa, Singapura
Berdasarkan penelusuran The Straits Times
Seorang pria Indonesia bernama Steven diperiksa Kepolisian Singapura terkait dugaan membawa dan memakai 34 lembar uang kertas S$10.000 yang diduga palsu di kasino RWS pada Juni 2026. Kuasa hukumnya menyebut ia korban penipuan.
ILUSTRASI PECAHAN
S$10.000
########
DIDUGA TIDAK ASLI
SURAT KETERANGAN RESMI SPF BELUM DITERIMA
NOMOR SERI 6 LEMBAR COCOK DENGAN UANG YANG DISETOR SEBELUMNYA
34 lembar
Diduga dipakai dalam tiga kunjungan ke kasino
Belum terbukti
Pemeriksaan berjalan, keaslian uang belum dikonfirmasi resmi
VERSI KUASA HUKUMYosia Ginting, pengacara Steven
“Steven adalah korban penipuan dan bukan bagian dari sindikat uang palsu. Kami telah melaporkan kasus ini ke Polres Tangerang Selatan.”
YOSIA GINTING
Kuasa hukum Steven
Kasus bermula dari rencana penjualan ruko Steven di Tangerang Selatan seharga Rp4,5 miliar
Menurut kuasa hukum, uang diterima dari pria bernama Anthony yang dikenalkan rekan bernama Rangga
Rangga disebut meyakinkan Steven bahwa lembaran awal sudah diperiksa di cabang OCBC di Indonesia
34 LEMBARTiga kunjungan ke kasino sepanjang Juni 2026
1
Lembar awal, diterima 8 Juni
27
Disetor ke akun kasino, 12 Juni
6
Dibawa saat diamankan, 26 Juni
KRONOLOGIMenurut penuturan pihak Steven
8 Juni
Di Jakarta, Anthony menyerahkan satu lembar S$10.000 dengan alasan ingin menukarkannya karena sudah lama.
9 Juni
Steven terbang ke Singapura. Penukaran di money changer dan bank terkendala, hingga VIP host RWS menyarankan menukarkannya di kasino.
11 Juni
Sepulang ke Jakarta, Steven menerima 33 lembar tambahan dari Anthony, yang disebut sebagai harta warisan orang tuanya untuk melunasi ruko.
12 Juni
Perjalanan kedua ke Singapura: 27 lembar disetor ke akun kasino, sisanya disimpan di rumah.
22 – 26 Juni
Sisa uang dicoba dipakai membayar rumah di Pamulang. Karena kerabat penjual sulit menukarkannya dan ada batas uang tunai yang boleh dibawa masuk ke Indonesia, pembayaran dialihkan lewat transfer bank.
26 Juni
Usai turnamen baccarat di RWS, Steven diamankan petugas keamanan kasino dan kepolisian Singapura. Nomor seri enam lembar yang dibawanya cocok dengan puluhan lembar yang disetor pada dua kunjungan sebelumnya.
STATUS PEMERIKSAANPolice Cantonment Complex, Singapura
Dugaan: membawa uang tunai dalam jumlah besar tanpa pemberitahuan, mengedarkan uang palsu, dan menggunakan uang palsu
Paspor dan telepon genggam Steven disita otoritas Singapura
Ia diwajibkan menetap di Singapura tiga hingga enam bulan selama pemeriksaan
“Anthony menolak, dengan alasan ia tidak memiliki paspor dan ada urusan bisnis yang harus diselesaikan di Indonesia.”
YOSIA GINTING
Soal ajakan ke Singapura untuk mengambil uang pecahan kecil
KOORDINASI LINTAS NEGARAPolres Tangerang Selatan dan SPF
Kapolres Tangsel AKBP Boy Jumalolo bertemu perwakilan SPF via Zoom pada 14 September 2026
Polisi Indonesia baru menerima salinan bukti penyitaan yang menyebut uang “diduga tidak asli”
Polres Tangsel mulai memanggil saksi atas laporan penipuan yang diajukan Steven
SPF membenarkan adanya laporan dan menyatakan penyelidikan masih berjalan
LATAR HUKUMAturan dan kasus serupa
MAS menghentikan penerbitan pecahan S$10.000 sejak 2014 dan S$1.000 sejak 2021 untuk mencegah pencucian uang dan pendanaan terorisme
Ancaman hukuman bagi pemakai atau pengedar uang kertas palsu di Singapura: penjara hingga 20 tahun
Februari lalu, seorang WNI berusia 22 tahun divonis tujuh bulan penjara karena menyetor S$10.000 palsu ke bank di Singapura
Steven belum dinyatakan bersalah. Keaslian uang dan peran pihak lain masih menunggu keterangan resmi otoritas Singapura serta hasil penyelidikan di kedua negara.
INILAHDATA.COM
Sumber: Tirto.id, mengutip The Straits Times, Minggu (20/9/2026).

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%