
Inilahdata.com – Indonesia tengah menggarap fasilitas manufaktur Graphics Processing Unit (GPU) pertama di dalam negeri, berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.
Proyek ini ditargetkan rampung dan diresmikan pada Desember mendatang, sebagai bagian dari strategi memperkuat rantai pasok industri kecerdasan artifisial (AI) di tanah air.
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid belum membuka secara rinci pihak yang menggarap pembangunan fasilitas tersebut.
Informasi ini mengemuka bersamaan dengan pengumuman proyek Zankore by Indosat, hasil kolaborasi antara Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA untuk membangun AI Factory di Indonesia.
“Selain AI Factory, Meutya mengungkapkan pembangunan fasilitas manufaktur GPU pertama di Indonesia juga tengah berjalan di Cikarang dan ditargetkan diresmikan pada Desember mendatang,” demikian keterangan pers resmi Komdigi yang dikutip Jumat (7/8/2026).
Secara teknis, GPU pada mulanya dirancang khusus untuk menangani pemrosesan grafis. Namun seiring waktu, chip ini berkembang menjadi komponen komputasi serbaguna karena mampu menjalankan banyak perhitungan secara bersamaan (parallel computing).
Berbeda dengan CPU yang bekerja memproses instruksi secara berurutan, GPU memecah beban kerja besar menjadi bagian-bagian kecil yang diproses serentak, karakteristik yang membuatnya sangat cocok untuk komputasi intensif, termasuk pelatihan dan pengoperasian model machine learning.
Kebutuhan itulah yang mendorong permintaan GPU melonjak seiring pesatnya pengembangan AI. Model kecerdasan buatan mengandalkan jaringan saraf tiruan untuk mempelajari pola dari data dalam jumlah masif, sebuah proses yang menuntut daya komputasi besar.
NVIDIA sendiri menyatakan GPU menawarkan kinerja dan efisiensi yang lebih unggul dibanding CPU untuk sejumlah beban kerja teknis, sehingga menjadikannya elemen krusial, meski bukan satu-satunya, dalam membangun infrastruktur AI.
Fasilitas GPU Topang Ambisi AI Factory 1 Gigawatt
Pembangunan fasilitas manufaktur GPU di Cikarang berjalan berdampingan dengan penyiapan infrastruktur komputasi AI berskala besar lewat Zankore by Indosat.
Proyek kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA ini dirancang untuk mencapai kapasitas hingga 1 gigawatt (GW) dalam tiga tahun ke depan.
Tahap pertama pembangunannya akan dimulai pada semester I-2027 di Batang, Jawa Tengah, dengan kapasitas awal sekitar 200 megawatt (MW), sebelum bertahap dikembangkan menuju target 1 GW.
Berbeda dari pusat data konvensional, AI Factory mengintegrasikan seluruh rantai nilai AI dalam satu ekosistem, mulai dari data center siap komputasi AI, unit GPU berperforma tinggi, jaringan, sistem penyimpanan, layanan GPU-as-a-Service, orkestrasi beban kerja, hingga operasional AI end-to-end.
Menurut Meutya, kehadiran fasilitas manufaktur GPU di Cikarang akan memperkuat rantai pasok industri AI nasional secara menyeluruh, mulai dari sisi infrastruktur komputasi hingga industri-industri pendukungnya.
Di luar fasilitas manufaktur GPU, Zankore juga akan mengembangkan dan menghosting Sahabat-AI, model bahasa besar (Large Language Model/LLM) open-source buatan Indonesia dengan 70 miliar parameter, yang mendukung sejumlah bahasa daerah seperti Jawa, Sunda, Bali, dan Batak selain Bahasa Indonesia.
Zankore turut menghadirkan skema Token-as-a-Service agar akses komputasi AI dapat dijangkau lebih luas oleh masyarakat, pelaku UMKM, kementerian/lembaga, hingga pengembang aplikasi dengan biaya yang lebih terjangkau.
Meutya menegaskan proyek AI Factory ini bukan sekadar pembangunan pusat data atau infrastruktur komputasi semata.
“Ini fondasi ekosistem AI nasional yang utuh, mulai dari kapasitas komputasi, layanan AI, hingga pengembangan model bahasa Indonesia yang dapat dimanfaatkan berbagai sektor. Kehadiran AI Factory ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai AI Hub regional karena mampu melayani kebutuhan nasional sekaligus kawasan,” ujarnya.
Indonesia Bidik Posisi sebagai Pusat Infrastruktur AI Regional
Meutya menyebut Indonesia memiliki sejumlah modal untuk tumbuh menjadi pusat infrastruktur AI di kawasan, mulai dari kapasitas membangun infrastruktur berskala besar yang ditopang sumber energi yang terus berkembang, pasar domestik dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, hingga kebijakan pemerintah yang mendorong transformasi digital dan pengembangan talenta digital nasional.
“Ketika infrastruktur, pasar, talenta, dan kebijakan berjalan beriringan, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan AI di kawasan. Pemerintah akan terus memastikan iklim investasi tetap kondusif agar inovasi AI dapat tumbuh sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Meutya.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung investasi strategis yang memperkuat daya saing digital nasional, sekaligus memastikan pemanfaatan AI berjalan secara bertanggung jawab, inklusif, dan memberi nilai tambah bagi perekonomian Indonesia. (**)
Halaman : 1 2