Rupiah sempat melemah di atas Rp18.000 setelah pengumuman.
Arus keluar modalOutflow
Terjadi di saham, SBN, dan SRBI, besarannya tidak dibuka BI.
Keputusan RDG Oktober 2026
BI-Rate
Dipertahankandi level5,75%
Suku bunga lending facility
Tetapdi level6,5%
Suku bunga deposit facility
Naik 25 bpsmenjadi5%
Insentif lindung nilai DNDF
Tenor 6 bulan, semula25%
Tenor 6 bulan, kini40%
Tenor 12 bulan, semula30%
Tenor 12 bulan, kini45%
Langkah BI
Memastikan likuiditas rupiah tetap memadai untuk transaksi di pasar keuangan.
Siap intervensi jika tekanan outflow merambat ke kurs dan volatilitas melewati batas toleransi, terutama bila permintaan dan penawaran valas tak bertemu.
Memberi insentif biaya hedging untuk transaksi portfolio inflows, pinjaman luar negeri bank, dan investasi langsung asing.
Pernyataan Erwin Gunawan Hutapea disampaikan di Jakarta pada Jumat (23/10/2026). Gubernur BI Destry Damayanti sebelumnya menyampaikan kewaspadaan BI pada konferensi pers RDG, Rabu (21/10/2026). Tekanan rupiah dinilai masih normal karena kondisi regional juga kurang baik.
“Sejauh ini, kalau kami lihat, masih manageable. Tidak berlebihan pergerakan nilai tukarnya.”
Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI
“Sejauh ini dua hari kemarin memang kami duduk berdiskusi secara tight (ketat) sekali bagaimana kita menyikapi ini.”
Destry Damayanti, Gubernur BI
Guncangan datang, BI menjaga rupiah tetap terkelola.
Inilahdata.com
Sumber: Pernyataan Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea, Jumat (23/10/2026), dan Gubernur BI Destry Damayanti, Rabu (21/10/2026)