Rabu, 28 Okt 2026 - :
20 Agu 2026 - 16:07 | 116 Views | 0 Suka

KPK Buka Dasar Hitungan Rp622 Miliar: Kuota Haji Itu Milik Negara, Bukan Swasta

9 mnt baca
KPK · Dugaan Korupsi Kuota Haji Kemenag
Eksepsi Yaqut Selasa, 18/8/2026
Kamis, 20 Agustus 2026
Rp622 Miliar
DASAR PERHITUNGAN KERUGIAN NEGARA VERSI KPK
KPK menegaskan kuota haji 20.000 jemaah adalah milik negara — bukan swasta — sehingga keuntungan ilegal PIHK dihitung sebagai kerugian negara.
JALUR KUOTADari Antrean Reguler ke Jemaah Khusus
KUOTA 20.000 JEMAAH REGULER Antrean Resmi PIHK / KHUSUS Dialihkan
Kuota yang semestinya untuk jemaah reguler yang mengantre dialihkan ke jemaah haji khusus dengan cara melawan hukum.
BASIS HUKUMTiga Penguat Konstruksi Kerugian
BPK
Audit Investigatif
₨
Ahli Keuangan Negara
§
Ahli Hukum Pidana
DUA SIKAPYang Saling Menantang
Achmad Taufik Husein — Plt. Direktur Penyidikan KPK
“Kuota haji 20.000 adalah menjadi milik negara… apapun yang dihasilkan oleh pengurusan kuota ini mestinya balik ke negara.”
Yaqut Cholil Qoumas — Eks Menteri Agama
“Ini harus dibuktikan secara terang benderang.”
LINIMASAPerjalanan Perkara
Jan 2026
KPK tetapkan Yaqut & eks stafsus sebagai tersangka kuota haji tambahan 2023-2024
Feb 2026
KPK terima hasil audit BPK: potensi kerugian negara Rp622 miliar
11 Agu 2026
Dakwaan dibacakan: Yaqut diperkaya USD271.500, 313 PIHK raih ratusan miliar rupiah
18 Agu 2026
Yaqut ajukan eksepsi, tantang KPK buktikan kerugian “terang benderang”
20 Agu 2026
KPK jawab: kuota adalah milik negara, keuntungan PIHK ilegal dihitung kerugian negara
Bukan uang yang lenyap dari brankas negara, melainkan hak jemaah yang berpindah tangan — begitulah KPK mencoba menerjemahkan angka Rp622 miliar ke ruang sidang.
INILAHDATA.COM
Sumber: Keterangan Plt. Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein, Kamis (20/8/2026); Surat Dakwaan JPU KPK; Kompas.com; Tribunnews.com; CNN Indonesia; Republika.co.id — data per 18-20 Agustus 2026.

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%