Berkas dibuka lembar demi lembar, dari laporan hingga surat penghentianPenyelidikan dihentikan, tetapi pintu bukti baru dan gelar perkara khusus masih ada
14 Sep
penyelidikan dihentikan lewat gelar perkara
28 Sep
SP2 Lidik diterbitkan
Polda Metro Jaya menyatakan tidak menemukan peristiwa pidana dalam laporan dugaan penipuan yang menyeret nama Timothy Ronald.
Laporan Y Jan 2026
Penyelidikan dihentikan
Gelar perkara khusus diajukan RR
Jejak perkara
JanuariLaporan Y masuk
14 SeptemberPenyelidikan dihentikan
28 SeptemberSP2 Lidik terbit
27 OktoberKeterangan polisi dikutip
Dua laporan
Pelapor YTak penuhi unsur
Laporan Januari 2026 dinilai tidak memenuhi unsur pidana setelah rangkaian penyelidikan.
RR, mengaku korbanTak dilanjutkan
Alat bukti dinilai belum cukup untuk mengaitkan terlapor dengan dugaan pidana.
RR telah mengajukan permohonan gelar perkara khusus. Jadwalnya belum diumumkan.
Ke depanBukti baru
Penyelidik membuka peluang menindaklanjuti jika ada bukti baru yang relevan.
Latar kasus
Perkara bermula dari laporan dugaan penipuan investasi aset kripto. Menurut informasi yang beredar di media sosial, pelapornya sejumlah anggota komunitas Akademi Crypto yang didirikan Timothy bersama Kalimasada. Keduanya dituding mengajak orang berinvestasi pada sejumlah aset kripto yang diduga merugikan peserta. Informasi tersebut menyebut sekitar 3.500 orang terdampak dengan klaim kerugian lebih dari Rp200 miliar.
“Penyelidikan telah dihentikan pada 14 September 2026 berdasarkan hasil gelar perkara yang menyimpulkan bahwa tidak ditemukan peristiwa pidana dalam perkara yang dilaporkan.”
Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya
Penyelidikan dihentikan, namun polisi menyisakan ruang bila ada bukti baru.
Inilahdata.com
Sumber: Keterangan tertulis Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, dikutip Selasa (27/10/2026)