Taklimat Media BI & Fit and Proper Test DPR 26–28 Agustus 2026
Kebijakan Makroprudensial · Gedung BI, MH Thamrin, Jakarta
Kredit tumbuh 13,58% YoY, jauh melampaui laju DPK yang hanya 11,21% YoY. Bank Indonesia mengungkap sejumlah kelompok bank mulai kehabisan likuiditas, dan menyiapkan perombakan insentif KLM berlaku 1 September 2026.
TANGKIDua Tangki, Dua Kecepatan
13,58%
Kredit Juli 2026 YoY (Investasi 25,13%)
GAP 2,37pp
Selisih Laju Kredit vs DPK
11,21%
DPK Juli 2026 YoY (BUMN 7,84%)
33,3%
INTEREST COVERAGE RATIO
28,59%
DEBT AT RISK
84%
THRESHOLD RIM
19%
THRESHOLD SSB PER FUNDING
KELOMPOK 1
34 bank · RIM & SSB sama-sama tinggi · pangsa SSB 11,7%
KELOMPOK 2
25 bank · RIM rendah, SSB tinggi · pangsa SSB 48,4%
KELOMPOK 3
44 bank · RIM tinggi, SSB rendah · pangsa SSB 36,8%
“Maka meskipun likuiditas secara umum tetap memadai namun sejumlah kelompok bank mengalami penurunan.”
AL
Alexander Lubis
Direktur Kebijakan Makroprudensial BI
“Pertumbuhan DPK-nya tidak seakseleratif pertumbuhan kreditnya… Ibarat kata, gaji naik, kencang, tetapi konsumsi lebih kencang lagi.”
AL
Alexander Lubis
Direktur Kebijakan Makroprudensial BI
REDISTRIBUSIHimbara di Persimpangan Likuiditas
Bank Padat SSB
Pangsa 48,4% · Kredit di Bawah Threshold
›
Himbara & BPD
SSB Menipis · Butuh Ruang Ekspansi
“Himbara ini semakin mengalami kesulitan likuiditas karena surat berharganya sudah habis. Tetapi mereka masih cukup, hanya kalau dia mau melakukan ekspansi lebih lanjut itu yang menjadi tantangan, sementara mereka aman.”
AB
Aida S. Budiman
Deputi Gubernur Senior Terpilih BI
“Jadi, bagaimana kami mencoba meredistribusikan likuiditas yang ada kepada keperluan yang tempat tadi harus memberikan kredit.”
AB
Aida S. Budiman
Deputi Gubernur Senior Terpilih BI
KLMInsentif Baru Mulai 1 September 2026
01
Total Insentif KLM 5,5% → 6% DPK
Plafon insentif maksimal yang dapat diterima perbankan dinaikkan
02
Alokasi Sektor Prioritas 4,5% → 4% DPK
Batas maksimal alokasi untuk kredit/pembiayaan sektor prioritas disesuaikan turun
03
KLM Pendalaman Pasar Uang (Baru) Maks. 2% DPK
Insentif baru bagi bank yang menjaga rasio kepemilikan surat berharga pada tingkat optimal
“Kami ubah kalau dia untuk [kredit] sektor prioritas dikasih 4%, tetapi kalau si bank-bank tadi menge-keep-i [menyimpan] surat berharga saja tidak diapa-apain, dia tidak boleh lagi dapat insentif 2% dari giro wajib minimum.”
AB
Aida S. Budiman
Deputi Gubernur Senior Terpilih BI
Likuiditas industri perbankan masih memadai secara agregat, namun terpusat pada tangan yang tidak selalu menyalurkan kredit. Lewat perombakan insentif KLM, BI berupaya membuat cairan itu benar-benar mengalir ke bank yang paling membutuhkannya.
INILAHDATA.COM
Sumber: Taklimat Media Bank Indonesia, Jumat (28/8/2026), Gedung BI MH Thamrin, Jakarta; dan Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur Senior BI di Komisi XI DPR RI, Rabu (26/8/2026), Kompleks Parlemen Senayan.