Sabtu, 12 Sep 2026 - :
9 Sep 2026 - 11:48 | 40 Views | 0 Suka

Lebih Murah dari Host Manusia, Live Streaming AI Ubah Ekonomi Jualan Online

9 mnt baca

Inilahdata.com – Lanskap bisnis live commerce di kawasan Asia Tenggara tengah mengalami pergeseran signifikan seiring masuknya teknologi kecerdasan artifisial (AI) ke dalam operasional siaran langsung penjualan.

Dalam sejumlah kasus, menjalankan siaran live berbasis AI kini terbukti jauh lebih hemat biaya dibandingkan mempekerjakan host manusia, dan yang lebih menarik, performa transaksi yang dihasilkan AI pun mulai mendekati capaian host manusia.

Perusahaan riset dan modal ventura asal Singapura, Momentum Works, mencatat bahwa dalam beberapa kasus di Asia Tenggara, nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) dari live streaming berbasis AI per jam rata-rata sudah mencapai sekitar 80 persen dibandingkan siaran serupa yang dipandu manusia. Temuan ini tertuang dalam laporan terbaru mereka bertajuk “Live Commerce in Southeast Asia 2026”.

Menurut laporan tersebut, host AI kini memiliki keunggulan biaya struktural dibandingkan operasi live yang mengandalkan tenaga manusia.

“AI live dimulai dengan keunggulan biaya struktural,” tulis Momentum Works dalam laporannya.

Yang tak kalah menarik, kesenjangan performa antara AI dan manusia disebut kian menyempit. Bahkan dalam beberapa sesi tertentu, live streaming berbasis AI tercatat mampu mencetak performa yang justru melampaui manusia, dengan capaian hingga 110 persen dibandingkan siaran manusia.

Momentum Works menilai laju perkembangan teknologi video AI berlangsung sangat cepat, seiring biaya dan kebutuhan operasional untuk menjalankan live AI yang terus berubah dari waktu ke waktu. Kondisi ini, menurut mereka, berpotensi menciptakan momen ketika ekonomi AI menyamai atau bahkan melampaui ekonomi live streaming berbasis manusia, dan pergeseran itu bisa terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan banyak pihak.

Perkembangan ini menjadi krusial mengingat live commerce semakin memegang peran besar dalam ekosistem perdagangan digital di kawasan. Momentum Works memproyeksikan GMV content commerce Asia Tenggara akan menyentuh angka USD 77,9 miliar atau setara Rp 1.373,4 triliun pada 2026, melonjak 57 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagai perbandingan, pada 2025 gabungan GMV content commerce dari tiga platform utama, Shopee, TikTok Shop, dan Lazada, tercatat sebesar USD 49,7 miliar, tumbuh 98 persen dari 2024. Adapun pada semester pertama 2026 saja, capaiannya sudah menembus USD 33,8 miliar atau sekitar Rp 596 triliun.

Pertumbuhan pesat ini juga tergambar dari porsi content commerce terhadap total GMV e-commerce di kawasan. Pada semester pertama 2026, kanal live, video pendek, dan afiliasi berbasis konten telah menyumbang sekitar 37 persen dari keseluruhan GMV platform e-commerce Asia Tenggara, naik signifikan dari 32 persen pada 2025 dan hanya 20 persen pada 2024. Bagi banyak merek, menurut Momentum Works, live commerce kini bukan lagi sekadar eksperimen, melainkan telah menjadi bagian reguler dari strategi penjualan mereka.

Meski begitu, pertumbuhan pesat ini turut memicu persaingan yang kian ketat. Momentum Works memperkirakan tingkat pengembalian investasi (ROI) yang menggiurkan dari live commerce saat ini kemungkinan besar tidak akan bertahan lama, seiring semakin banyak merek, penjual, dan kreator yang mampu meniru kemampuan operasional serupa, membuat keunggulan kompetitif menjadi semakin mudah direplikasi pesaing.

Momentum Works menegaskan bahwa live commerce sejatinya hanyalah salah satu pintu masuk menuju content commerce, bukan keseluruhan strategi itu sendiri. Laporan ini mengingatkan bahwa banyak merek berisiko terlalu berlebihan berinvestasi pada live commerce, semata karena hasil dan konversinya paling mudah dilihat serta dilacak secara langsung.

Padahal, format lain seperti video pendek, konten afiliasi, dan ulasan produk juga memiliki peran penting dalam membangun permintaan jauh sebelum transaksi benar-benar terjadi. Karena itu, perdagangan berbasis konten sebaiknya dipandang sebagai satu portofolio berbagai format, bukan sekadar kanal tunggal yang berdiri sendiri.

Di tengah persaingan yang kian sengit dan biaya untuk mendapatkan satu konversi yang kian mahal, sekadar menjalankan live commerce dengan baik dinilai tidak lagi cukup untuk mempertahankan keunggulan kompetitif.

Momentum Works turut menyoroti bahwa China dapat menjadi acuan arah perkembangan live commerce di kawasan, khususnya dari sisi otomatisasi, adopsi AI, dan operasi berbasis data. Namun demikian, strategi yang berhasil di China tidak bisa begitu saja diadopsi mentah-mentah di Asia Tenggara, mengingat perbedaan dinamika kreator lokal, perilaku konsumen, hingga ekonomi kanal di masing-masing pasar.

Dengan pesatnya perkembangan AI, tantangan bagi para pelaku bisnis pun bergeser, bukan lagi sekadar soal bagaimana menjalankan live commerce secara lebih efisien, melainkan bagaimana menentukan faktor pembeda ketika kemampuan operasional yang sama semakin mudah dimiliki oleh para pesaing. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%