Rabu, 28 Okt 2026 - :
24 Okt 2026 - 09:34 | 51 Views | 0 Suka

Laboratorium Gelap Sabu di Aceh Terungkap, Disebut Terbesar di Indonesia

9 mnt baca

Inilahdata.com – Kepolisian RI bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai menyita hampir 1,2 ton bruto narkotika dari laboratorium gelap pembuat sabu di Kabupaten Pidie, Aceh.

Lokasi itu diduga terhubung dengan jaringan narkotika internasional, dan pengungkapannya disebut sebagai yang terbesar di Indonesia dilihat dari barang buktinya.

Kasus ini bermula dari informasi intelijen yang dikembangkan, disertai pemantauan terhadap pergerakan jaringan dan logistik yang diduga dipakai untuk memproduksi sabu.

Penindakan dilakukan serentak pada 21 Oktober 2026 di lima lokasi, tersebar di Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe.

Di sebuah ruko di Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, petugas menemukan laboratorium yang diduga dipakai mengolah meth oil atau sabu cair menjadi sabu kristal. Dari sana disita 20 drum meth oil, sekitar 500 kilogram sabu kristal, dan sejumlah peralatan produksi.

Sebanyak 11 orang diamankan, terdiri atas dua WNA dan sembilan WNI. Penyidik masih mendalami peran mereka serta kaitannya dengan jaringan internasional.

Hasil penyelidikan sementara menyebut bahan narkotika cair itu diduga datang dari kawasan Asia Tenggara sebelum masuk ke Aceh. Tim gabungan lalu mengikuti pergerakan sejumlah orang yang diduga terlibat hingga menemukan lokasi laboratorium.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menghargai kerja sama lintas lembaga dan dukungan masyarakat dalam pengungkapan ini.

“Saya ucapkan selamat atas pengungkapan dalam rangka menyelamatkan anak bangsa ini. Polisi dan masyarakat kita berhasil mengungkap jaringan narkoba skala besar,” kata Suyudi di Pidie, dikutip Sabtu (24/10/2026).

Ia meminta masyarakat, terutama pemilik ruko, kontrakan, dan rumah sewa, lebih selektif terhadap penyewa.

“Saya berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya pemilik ruko, kontrakan, atau rumah sewa, agar senantiasa selektif dan memastikan identitas serta aktivitas penyewa dapat dipertanggungjawabkan. Jangan apatis dengan lingkungan sekitar,” tegasnya.

Penyidik kini mendalami jaringan yang terlibat, memburu sejumlah pihak dalam daftar pencarian orang (DPO), dan menelusuri dugaan aliran dana hasil kejahatan. Polri bersama instansi terkait juga akan berkoordinasi dengan otoritas luar negeri.

Suyudi turut menghargai personel Polri, BNN, Bea Cukai, serta National Narcotics Control Commission (NNCC) China.

Kerja sama lintas negara, menurutnya, penting untuk memutus rantai pasokan dan mencegah Indonesia menjadi tempat produksi maupun jalur distribusi jaringan internasional. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%