Bahan cair diduga masuk dari Asia Tenggara, tim gabungan memantau pergerakannyaLima lokasi di Aceh digerebek dalam waktu bersamaan pada 21 Oktober 2026
1,2 ton
Hampir 1,2 ton bruto narkotika disita dari laboratorium gelap sabu di Pidie, Aceh, yang disebut sebagai pengungkapan terbesar di Indonesia.
Polri, BNN, dan Bea Cukai membongkar laboratorium yang diduga bagian dari jaringan internasional.
Lokasi 5 titik
Diamankan 11 orang
Tanggal 21/10/2026
Barang bukti dan hasil operasi
Lokasi penindakan5 titik
Tersebar di Pidie, Bireuen, Aceh Utara, dan Lhokseumawe.
Meth oil20 drum
Ditemukan di laboratorium sebuah ruko di Mutiara Timur, Pidie.
Berawal dari pengembangan informasi intelijen dan pemantauan pergerakan jaringan serta logistik.
Bahan narkotika cair diduga bergerak dari kawasan Asia Tenggara sebelum tiba di Aceh.
Tim gabungan memantau pergerakan orang yang diduga terlibat hingga menemukan lokasi laboratorium.
Penindakan serentak dilakukan di lima lokasi pada 21 Oktober 2026.
Langkah lanjutan
Penyidik mendalami peran masing-masing orang yang diamankan.
Mengejar sejumlah pihak yang masuk daftar pencarian orang (DPO).
Menelusuri dugaan aliran dana hasil kejahatan dan berkoordinasi dengan otoritas luar negeri.
Pemaparan barang bukti dilakukan pada Jumat (23/10/2026). Kapolri juga mengapresiasi personel Polri, BNN, Bea Cukai, dan National Narcotics Control Commission (NNCC) China. Kerja sama lintas negara dinilai penting agar Indonesia tidak menjadi lokasi produksi maupun jalur distribusi jaringan internasional.
Kutipan
“Saya ucapkan selamat atas pengungkapan dalam rangka menyelamatkan anak bangsa ini. Polisi dan masyarakat kita berhasil mengungkap jaringan narkoba skala besar.”
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Kapolri
“Saya berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya pemilik ruko, kontrakan, atau rumah sewa, agar senantiasa selektif … Jangan apatis dengan lingkungan sekitar.”
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Kapolri
Satu operasi serentak, lima lokasi, rantai pasok dipotong.
Inilahdata.com
Sumber: Polri, pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Pidie, dikutip Sabtu (24/10/2026)