Rabu, 29 Jul 2026 - :
13 Jul 2026 - 03:45 | 66 Views | 0 Suka

Kapolri Serahkan 80 Ton Pupuk untuk Petani Riau, Simbol 80 Tahun Polri Mengabdi

11 mnt baca
  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyerahkan 80 ton pupuk batu bara Futuraplus Presisi kepada lima kelompok tani di Riau, angka yang dipilih sebagai simbol peringatan 80 Tahun Polri.
  • Pupuk ini diolah dari batu bara berkalori rendah yang tak terserap PLTU, hasil kerja sama Polri dengan PT Bursa Tani Futura Andyta yang berkapasitas produksi 480 ton per bulan.
  • Produk ini sudah menembus pasar internasional, diekspor ke Amerika Serikat, Nigeria, Zimbabwe, dan Botswana, sekaligus menjadi bagian dari agenda besar ketahanan pangan nasional Polri.

Inilahdata.com – Di tengah rangkaian kunjungan kerjanya ke Riau, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyempatkan diri meninjau langsung pabrik pengolahan pupuk berbahan dasar batu bara milik PT Bursa Tani Futura Andyta di Kabupaten Kampar, Rabu (8/7/2026).

Dari kunjungan itu lahir sebuah simbol: 80 ton pupuk yang diserahkan kepada petani Riau, angka yang sengaja dipilih untuk menandai peringatan 80 Tahun Polri bagi masyarakat.

Momen Simbolis di Sungai Pinang

Kunjungan dimulai dengan Kapolri menerima paparan langsung dari Direktur Utama perusahaan mengenai proses produksi dan manfaat pupuk bernama Futuraplus Presisi tersebut.

Ia kemudian berkeliling melihat langsung aktivitas pabrik yang berlokasi di Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Setelahnya, bantuan diserahkan secara simbolis kepada lima perwakilan kelompok tani, sebelum Kapolri melepas keberangkatan truk-truk pengangkut pupuk lewat prosesi flag off.

Dalam kunjungan ini, Kapolri didampingi Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Dankor Brimob Polri Komjen Ramdani Hidayat, Kepala Badan Intelijen Keamanan Polri Komjen Yuda Gustawan, serta Asisten Logistik Polri Komjen Suwondo Nainggolan.

Pengamanan kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan, yang memastikan penyaluran pupuk berjalan aman sampai ke tangan petani.

“Kami akan mengawal proses distribusi pupuk hingga sampai kepada kelompok tani yang berhak menerimanya,” ujarnya, seperti dikutip JPNN.com.

Kapolri sendiri menegaskan makna di balik angka 80 ton yang dipilih. “Hal ini mencerminkan komitmen Polri untuk terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya, sebagaimana dilaporkan GoRiau.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan institusinya dalam sektor pertanian adalah perluasan peran Polri yang tak lagi sebatas menjaga keamanan.

“Termasuk memperkuat ketahanan pangan dan membantu petani menghadapi berbagai tantangan produksi,” katanya, dikutip dari Rakyat Merdeka.

Siapa Saja yang Menerima Bantuan

Lima kelompok tani dari lima kabupaten berbeda menjadi penerima pertama pupuk ini: UPJA Paduka (Kabupaten Rokan Hulu), Kelompok Tani Bangun Rejeki (Kabupaten Pelalawan), Kelompok Tani Saibone (Kecamatan Tambang, Kampar), Kelompok Tani Piber (Kabupaten Kampar), dan Kelompok Tani Ayu Makmur (Kabupaten Siak).

Sebarannya sengaja mencakup wilayah-wilayah sentra pertanian di Riau, sebagai representasi dukungan Polri yang menjangkau lintas kabupaten, bukan hanya satu titik simbolis.

Dari Sisa Batu Bara Menjadi Penyubur Tanah

Yang membuat bantuan ini menarik bukan sekadar jumlahnya, melainkan bahan baku di baliknya.

Futuraplus Presisi dibuat dari batu bara berkalori rendah, jenis yang selama ini tidak terserap industri pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), yang kemudian diolah menjadi pupuk dengan kandungan asam humat, karbon organik, serta unsur hara makro dan mikro.

Kombinasi ini diklaim mampu memperbaiki struktur tanah, mendorong aktivitas biologis di dalamnya, dan menjaga keberlanjutan produktivitas lahan dalam jangka panjang.

Dari sisi kapasitas, pabrik di Kampar ini sanggup memproduksi 24 ton pupuk per hari, atau setara 480 ton dalam sebulan.

Bagi kelompok tani mitra binaan Polri, pupuk ini diharapkan menjadi alternatif yang bisa menekan biaya produksi sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu jenis pupuk tertentu.

Presiden Prabowo Subianto sendiri sempat menyinggung terobosan mengubah batu bara kalori rendah menjadi pupuk ini sebagai capaian yang mengesankan, saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak dan peletakan batu pertama 10 gudang ketahanan pangan Polri di Tuban, Mei 2026 lalu.

“Batu bara kalori rendah kita bisa bikin pupuk, luar biasa,” ujarnya, seperti dikutip detikcom.

Bukan Sekadar untuk Pasar Domestik

Menariknya, jangkauan usaha PT Bursa Tani Futura Andyta tidak berhenti di dalam negeri.

Perusahaan ini diketahui telah membangun fasilitas produksi di Zimbabwe dan Nigeria, sekaligus mengekspor produknya ke Amerika Serikat, Nigeria, Zimbabwe, dan Botswana.

Sebuah pencapaian yang menunjukkan inovasi pupuk buatan anak bangsa mampu bersaing di pasar global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan teknologi pertanian dunia.

Bagian dari Agenda Besar Ketahanan Pangan

Penyerahan pupuk di Kampar ini bukan aksi berdiri sendiri.

Ia menyambung rangkaian keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan nasional, mulai dari pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendapat pujian langsung dari Presiden Prabowo.

Pasalnya, hal ini karena dinilai bersih dan tertib, hingga pembangunan sepuluh gudang ketahanan pangan yang groundbreaking-nya turut dihadiri kepala negara.

Dukungan pada sektor pupuk melengkapi rantai itu: bukan hanya soal pengamanan distribusi pangan, tetapi juga menyentuh kebutuhan riil petani di lapangan.

Bagi Riau, provinsi yang beberapa hari sebelumnya juga menerima instruksi langsung dari Kapolri soal penanganan kebakaran hutan dan lahan, kunjungan ini menegaskan dua sisi peran Polri sekaligus: menjaga keamanan wilayah, sekaligus turun tangan mendukung produktivitas petaninya. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%