
Bain & Company menghitung industri AI perlu meraup pendapatan hampir US$6 triliun per tahun pada 2031 agar investasi besar di infrastruktur komputasinya masuk akal secara ekonomi.
“Apa yang dibutuhkan industri ini adalah gelombang inovasi yang jauh lebih besar dibandingkan apa yang pernah dibawa oleh telepon seluler dan komputasi awan.”
Dikutip Futurism“Jika perhitungannya tidak masuk akal, memperbesarnya tidak akan memperbaikinya. Itu hanya akan mengubah krisis industri menjadi krisis ekonomi nasional.”
Dikutip FuturismDana dipakai untuk data center, jaringan, sistem kelistrikan, dan perangkat komputasi.
Infrastruktur AI dibangun “jauh di depan kurva permintaan”, menurut Bain.
Efisiensi perusahaan dari adopsi AI belum menghasilkan pengembalian modal yang dibutuhkan.
Keberlanjutan investasi memerlukan tambahan sekitar 1 persen pada pertumbuhan PDB global setiap tahun.
Jessica Wachter (University of Pennsylvania) mengingatkan, bila pertumbuhan tak terwujud, data center bisa dinilai sebagai alokasi modal yang manfaatnya tak sesuai harapan.
Menurut Kupperman, perangkat keras di pusat data berumur relatif pendek dan harus diperbarui berkala, sehingga modal dibutuhkan juga untuk mengganti dan meningkatkan perangkat.
Kemampuan AI menciptakan aplikasi, layanan, dan pasar baru menjadi penentu apakah industri sanggup menghasilkan pendapatan sebesar yang dibutuhkan.
Halaman : 1 2