
Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia
22 Okt 2026 - 07:47 | 53 Views | 0 Suka
ICP Tembus US$92 per Barel, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Kenaikan BBM Subsidi
Harga ICP naik di atas asumsi APBN dan berpotensi menambah subsidiPemerintah berkomitmen harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir 2026
92
dolar AS per barelHarga ICP saat ini, lebih tinggi dari asumsi APBN sekitar 70 dolar AS
Bahlil memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026.
Komitmen Tanpa kenaikan
Perkiraan ICP Di bawah US$100
Forum Sidang Kabinet Paripurna
Angka harga minyak
US$92ICP kini per barel
US$70asumsi dalam APBN
<US$100perkiraan jika tren berlanjut
Dampak ke anggaran
RisikoSubsidi bisa bertambahKenaikan ICP global kemungkinan besar menambah kebutuhan top up subsidi energi di APBN.
KomitmenHarga tetap terjagaPemerintah menanggung selisih agar harga BBM bersubsidi tidak naik.
Capaian sektor ESDM
PNBP batu bara>Rp160 T
Garis hitam: target Rp133 triliun
Devisa ekspor batu bara>US$30 M
Garis hitam: target US$27 miliar
Konteks pernyataan
Disampaikan seusai Sidang Kabinet Paripurna evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Bahlil adalah Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM.
Kutipan
“Tetapi pemerintah berkomitmen untuk tidak ada kenaikan BBM subsidi, tidak ada kenaikan.”
Bahlil Lahadalia, Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
“Jadi relatif oke. Untuk BBM subsidi Insya-Allah tidak ada kenaikan ya.”
Bahlil Lahadalia, Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
Harga minyak dunia naik, tetapi pemerintah menegaskan harga BBM subsidi tetap.
Inilahdata.com
Sumber: Keterangan Menko Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026)
Halaman : 1 2